Warga Sukamenak Bersihkan Lingkungan Jalan Bersama Satgas TMMD

0
Warga Sukamenak Bersihkan Lingkungan Jalan Bersama Satgas TMMD
Views: 6

SERANG, TirtaNews — Minggu pagi, 15 Februari 2026, jalan utama Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, dipenuhi suara sabit yang membabat rumput dan cangkul yang mengeruk tanah. Sejumlah warga, dari pemuda hingga orang tua, tampak berjejer di kanan-kiri jalan, memunguti sampah dan membersihkan semak. Di antara mereka, personel berseragam loreng ikut menunduk, mengangkat karung berisi rumput liar.

Kegiatan itu merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0602/Serang. Selain membangun infrastruktur fisik, satgas bersama warga menggelar karya bakti pembersihan lingkungan sepanjang jalan desa.

Bagi warga, kerja bakti kali ini terasa berbeda. “Biasanya kami bersih-bersih menjelang hari besar saja. Sekarang lebih ramai karena ada bapak-bapak TNI yang ikut turun tangan,” kata Rudi, 34 tahun, warga Kampung Cadas Ngampar, yang sejak pagi membawa arit dari rumahnya.

Rumput liar yang sebelumnya menutup sebagian bahu jalan kini mulai tersibak. Tumpukan sampah plastik dan dedaunan kering dikumpulkan dalam karung untuk kemudian diangkut. Jalan desa yang sebelumnya tampak kusam perlahan terlihat lebih lapang dan rapi.

Kepala Desa Sukamenak, Syahroni, menilai kehadiran TNI dalam kegiatan gotong royong memberi dorongan moral bagi warganya. “Kami sangat terbantu. Selain membangun, mereka juga mengajak kami membiasakan hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Menurut Syahroni, partisipasi warga cukup tinggi. Ia melihat ibu-ibu menyiapkan minuman dan makanan ringan, sementara para pemuda membantu mengangkut hasil pembersihan. “Ini bukan hanya soal bersih-bersih, tapi soal kebersamaan,” katanya.

Komandan Satuan Tugas TMMD Ke-127, Kolonel Arm Oke Kistiyanto, menyebut kegiatan tersebut bagian dari sasaran non-fisik program. “Kami ingin memastikan infrastruktur yang dibangun didukung lingkungan yang asri dan sehat,” ujarnya.

Namun di lapangan, semangat gotong royong justru menjadi cerita utama. Warga yang sebelumnya hanya saling menyapa sepintas kini bekerja berdampingan selama berjam-jam. Beberapa di antaranya mengaku baru kali ini kembali merasakan suasana kerja bakti yang melibatkan hampir seluruh kampung.

“Kalau jalan bersih, kami juga yang nyaman lewat. Anak-anak tidak khawatir lagi kalau main sepeda,” kata Sulastri, 42 tahun, sambil menyapu sisa potongan rumput.

Program TMMD memang membawa pembangunan fisik ke desa. Tetapi di Sukamenak, Minggu itu, yang tampak menonjol adalah upaya merawat ruang bersama. Di bawah terik matahari, gotong royong menjadi pengikat—menghubungkan pembangunan dengan rasa memiliki, dan menegaskan bahwa kebersihan desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau TNI, melainkan hasil kerja bersama warganya. (Tati/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *