Konsorsium Travel Gelar Manasik, Bidik Layanan Premium Haji 2026

JAKARTA, TirtaNews — Konsorsium penyelenggara perjalanan ibadah haji yang terdiri atas Sari Ramada Arafah, Gaido Travel, Cahaya Imani, dan Hijrah Alfatih menggelar manasik haji bagi calon jemaah 1447 Hijriah/2026 Masehi, Sabtu, 14 Februari 2026, di Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemantapan layanan sekaligus penguatan kepercayaan pasar haji khusus dan plus.
Pimpinan konsorsium yang juga Direktur Utama Sari Ramada Arafah, H.M. Wahyu, mengatakan manasik tidak hanya berfungsi sebagai pembekalan teknis, tetapi juga sebagai penguatan kesiapan spiritual jemaah. “Haji adalah kewajiban bagi yang mampu. Kesempatan ini patut disyukuri dan diniatkan semata-mata karena Allah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurut Wahyu, tren permintaan haji khusus menunjukkan peningkatan seiring membaiknya daya beli dan kesadaran masyarakat terhadap layanan premium. Konsorsium, kata dia, berupaya menjawab kebutuhan tersebut melalui penyediaan akomodasi berbintang dan pendampingan intensif selama di Tanah Suci.
Founder Gaido Group, M. Hasan Gaido, menambahkan bahwa soliditas antarjemaah menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas perjalanan ibadah. “Kita satu keluarga besar dalam perjalanan menuju haji mabrur. Ikuti arahan petugas dan jaga kebersamaan,” kata Hasan.
Sebagai bagian dari paket layanan, konsorsium merencanakan keberangkatan pada 20 Mei 2026 dengan menggunakan maskapai Qatar Airways. Selama di Makkah dan Madinah, jemaah dijadwalkan menginap di Sofwah Royal Orchid Hotel, Mövenpick Hotel & Residence Hajar Tower Makkah, serta Mövenpick Hotel Anwar Al Madinah. Pada fase puncak ibadah di Arafah dan Mina, jemaah akan menempati tenda VIP.
Konsorsium juga menjadwalkan manasik akbar lanjutan pada 2–3 Mei 2026 sebagai persiapan akhir menjelang keberangkatan. Wahyu dan Hasan menyatakan akan mendampingi langsung jemaah selama pelaksanaan ibadah.
Pelaku industri menilai segmentasi haji khusus dan plus masih prospektif, terutama bagi calon jemaah yang mengutamakan kenyamanan, kedekatan lokasi hotel dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta layanan pendampingan intensif. Dengan penguatan manasik dan diferensiasi fasilitas, konsorsium berharap mampu menjaga reputasi sekaligus meningkatkan daya saing di pasar perjalanan ibadah 2026. (Az/Red)
