Dubes Tunisia Dorong FTA, Bidik Indonesia sebagai Mitra Industri Halal

Oplus_131072
JAKARTA, TirtaNews – Duta Besar Tunisia untuk Indonesia, Mohamed Trabelsi, memperkuat inisiatif kerja sama ekonomi Indonesia–Tunisia dengan menitikberatkan pada sektor ekonomi syariah dan industri halal. Komitmen itu dibahas dalam pertemuan resmi di kediamannya di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam agenda tersebut, Trabelsi mengundang Ketua Kadin Bilateral Tunisia sekaligus Founder dan CEO Gaido Group, M Hasan Gaido, untuk menjajaki peningkatan perdagangan, investasi, dan pariwisata kedua negara.
Menurut Trabelsi, Tunisia memiliki posisi strategis sebagai penghubung kawasan Mediterania, Arab, dan Afrika. Negara itu dinilai dapat menjadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Eropa Selatan dan Afrika Utara, sekaligus menjadi simpul distribusi regional.
Salah satu fokus pembahasan adalah rencana penandatanganan Indonesia–Tunisia Free Trade Agreement (IT-FTA). Perjanjian dagang tersebut diharapkan memperluas akses pasar dan menekan hambatan tarif maupun nontarif bagi pelaku usaha kedua negara.
Sektor yang dibidik dalam kerja sama ini meliputi industri halal, ekonomi syariah, ekspor-impor produk unggulan, pariwisata halal, serta investasi strategis. Ekonomi syariah dan industri halal saat ini menjadi sektor prioritas global seiring meningkatnya permintaan produk halal di pasar internasional, termasuk makanan-minuman, kosmetik, farmasi, hingga fesyen muslim.
Hasan Gaido menyatakan kesiapan kalangan pengusaha untuk mengakselerasi kolaborasi melalui sejumlah program konkret. Di antaranya seminar bisnis nasional secara daring yang menyasar pelaku usaha di 38 provinsi, 98 kota, dan 514 kabupaten/kota untuk memperkenalkan potensi pasar Tunisia.
Selain itu, akan digelar forum terbatas seperti business breakfast dan dinner meeting yang mempertemukan pelaku usaha terpilih—mulai dari biro perjalanan wisata, importir, eksportir, hingga investor sektor halal. Delegasi bisnis Indonesia ke Tunisia juga direncanakan untuk agenda business matching dan penyelenggaraan Business Forum Indonesia–Tunisia dalam kerangka program Gaido Connected.
Bagi Indonesia, kerja sama ini membuka peluang memperluas penetrasi produk halal nasional ke pasar nontradisional. Sementara bagi Tunisia, kemitraan dengan Indonesia—sebagai salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia—dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri halal global.
Momentum IT-FTA dinilai menjadi katalis penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kedua negara, sekaligus mempererat diplomasi ekonomi berbasis syariah di tengah kompetisi pasar halal internasional yang kian ketat. (Az/Red)
