Uzbekistan Garap Pasar Wisata Religi Banjarmasin, Dubes Oybek Eshonov Tawarkan Skema Ziarah Plus

0
Uzbekistan Garap Pasar Wisata Religi Banjarmasin, Dubes Oybek Eshonov Tawarkan Skema Ziarah Plus
Views: 11

BANJARMASIN, TirtaNews — Pemerintah Uzbekistan kian agresif membidik pasar wisata religi Indonesia. Melalui agenda “Uzbekistan Tourism Promotion & Networking” di Banjarmasin pada 11 Februari 2026, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, menawarkan peluang kerja sama bisnis pariwisata dengan pelaku industri perjalanan di Kalimantan Selatan.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, yang menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap penjajakan kolaborasi wisata, khususnya di segmen religi dan sejarah.

Dalam paparannya, Oybek menempatkan Uzbekistan sebagai pusat peradaban Islam dunia sekaligus simpul penting Jalur Sutra. Ia menyebut kota Samarkand, Bukhara, dan Khiva sebagai destinasi unggulan, termasuk kompleks makam Imam Al-Bukhari di Samarkand yang menjadi magnet utama wisata ziarah.

“Uzbekistan bukan sekadar tujuan wisata, tetapi pusat sejarah dan spiritualitas. Kami membuka pintu bagi wisatawan Indonesia, termasuk dari Banjarmasin, dengan fasilitas bebas visa selama 30 hari,” ujar Oybek.

Bagi pelaku industri perjalanan, kebijakan bebas visa menjadi faktor kompetitif. Skema tersebut memangkas hambatan administratif dan membuka peluang penyusunan paket wisata baru, terutama model “Ziarah Plus” yang mengombinasikan perjalanan umrah ke Arab Saudi dengan kunjungan ke Uzbekistan.

Hj. Ananda menilai promosi langsung dari pemerintah Uzbekistan ke Banjarmasin sebagai sinyal kuat pembukaan pasar baru. Menurut dia, karakter masyarakat Banjar yang religius menjadi modal sosial untuk pengembangan wisata berbasis sejarah Islam.

“Kami melihat peluang besar bagi biro perjalanan lokal untuk mengembangkan paket wisata religi yang lebih variatif. Kolaborasi ini bisa memperluas pilihan destinasi warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor jasa perjalanan,” katanya.

Secara bisnis, Kalimantan Selatan dinilai memiliki pasar yang menjanjikan. Selain angka keberangkatan umrah yang relatif stabil setiap tahun, daya beli kelas menengah di kota-kota besar seperti Banjarmasin terus tumbuh. Kondisi ini menciptakan ruang diversifikasi produk bagi agen perjalanan yang selama ini terkonsentrasi pada Timur Tengah.

Dalam forum tersebut juga digelar sesi business-to-business (B2B) antara penyedia layanan wisata Uzbekistan dan agen perjalanan lokal. Model kemitraan yang ditawarkan mencakup penyusunan paket terpadu, promosi bersama, serta penjajakan kerja sama maskapai dan operator tur.

Langkah Uzbekistan mendekati pasar daerah menunjukkan perubahan strategi promosi yang tak lagi terpusat di Jakarta. Dengan penetrasi langsung ke kota-kota potensial seperti Banjarmasin, negara Asia Tengah itu berharap dapat memperluas pangsa wisatawan Indonesia sekaligus memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui sektor pariwisata.

Bagi industri perjalanan di Kalimantan Selatan, kehadiran Uzbekistan membuka peluang ekspansi produk di tengah persaingan ketat bisnis wisata religi. Jika kolaborasi ini berlanjut ke tahap implementasi paket konkret, Uzbekistan berpotensi menjadi destinasi alternatif baru dalam peta perjalanan Muslim Indonesia. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *