Pemkab Serang dan DPRD Salurkan 14 Ton Beras untuk Korban Banjir

0
Pemkab Serang dan DPRD Salurkan 14 Ton Beras untuk Korban Banjir
Views: 16

SERANG, TirtaNews — Pemerintah Kabupaten Serang bersama DPRD Kabupaten Serang menyalurkan bantuan pangan kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah. Kolaborasi ini dilakukan sebagai upaya meringankan beban masyarakat pascabencana yang melanda beberapa kecamatan dalam beberapa pekan terakhir.

Pada Minggu, 1 Februari 2026, bantuan beras sebanyak 14.000 kilogram disalurkan kepada 1.400 kepala keluarga di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas. Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi NasDem, Ahmadi, mengatakan bantuan tersebut berasal dari kombinasi anggaran pemerintah daerah dan donasi para anggota legislatif.

“Sebanyak 10 ton berasal dari Pemerintah Kabupaten Serang dan 4 ton merupakan sumbangan dari anggota DPRD serta sejumlah pihak lainnya,” kata Ahmadi.

Selain DPRD, bantuan juga didukung Camat Ciruas Yuli Saputra, Ketua Koperasi Desa Ranjeng H. Cahyadi, Kepala Desa Ranjeng Sapta Maulana, serta para donatur lokal.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan serupa ke sejumlah desa di Kecamatan Pontang, Carenang, Binuang, Lebakwangi, Kragilan, Kibin, Cikande, dan Kopo yang turut terdampak banjir.

Ahmadi menegaskan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam penanganan bencana. Menurut dia, DPRD terus berkoordinasi dengan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah serta organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial dan Dinas Pertanian, untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan kerja-kerja kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan pendangkalan sungai di Kabupaten Serang yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir berulang.

Ahmadi mengungkapkan bahwa normalisasi sungai merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidanau, Cidurian (BBWSC3) dan selama ini belum berjalan optimal.

“Banyak sungai mengalami pendangkalan parah, tetapi perhatian justru lebih banyak tertuju pada pembangunan drainase dan tembok penahan tanah,” katanya.

Ahmadi berharap musibah banjir kali ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar penanganan infrastruktur air lebih serius ke depan.

“Semoga ke depan kita bisa lebih sigap dan fokus membangun Kabupaten Serang yang lebih aman dari bencana,” ujarnya. (Yuli/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *