Keluarga Akudian Makai Berterima Kasih atas Bantuan Pemulangan Jenazah

0
Keluarga Akudian Makai Berterima Kasih atas Bantuan Pemulangan Jenazah

Oplus_131072

Views: 18

NABIRE, TirtaNews — Keluarga almarhum Akudian Makai menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, khususnya Bupati Mesak Magai, serta keluarga dan kerabat yang telah membantu proses pemulangan jenazah dari Jawa ke Nabire, Papua Tengah.

Akudian Makai, mahasiswa asal Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, meninggal dunia saat masih menempuh pendidikan di Kota Semarang. Jenazah dipulangkan ke Nabire melalui jalur udara setelah melalui proses pengemasan sesuai standar penerbangan nasional dan pengurusan administrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Keterangan tersebut disampaikan pihak keluarga kepada wartawan TirtaNews.co.id pada Rabu, 21 Desember 2025. Mereka menyebutkan bahwa dukungan pemerintah daerah dan keluarga besar sangat membantu kelancaran proses transportasi jenazah dari Semarang hingga tiba di rumah duka di Nabire.

Kepala Suku MD Meibo Degei, Petrus Degei, menjelaskan bahwa pengemasan jenazah harus menggunakan peti khusus yang kedap udara dan memenuhi ketentuan maskapai penerbangan. Menurut dia, pengangkutan jenazah dilakukan melalui maskapai yang memiliki izin kargo khusus, sebelum dilanjutkan dengan transportasi darat menuju rumah duka.

Akudian Makai tercatat sebagai mahasiswa Universitas Ivet, Program Studi Pendidikan Sejarah, jenjang Sarjana. Ia terdaftar sebagai mahasiswa baru pada 11 September 2023 dengan status terakhir aktif pada semester genap tahun akademik 2024/2025.

Keluarga menyebutkan total bantuan biaya transportasi jenazah berasal dari berbagai pihak, dengan nominal bervariasi mulai dari Rp50 ribu hingga sekitar Rp90 juta. Sisa dana yang ada digunakan untuk membangun tempat pemakaman di belakang rumah keluarga.

“Secara pribadi dan atas nama keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih atas semua bantuan, dukungan, dan solidaritas yang diberikan. Jenazah almarhum telah dimakamkan dengan layak di Nabire,” ujar Petrus Degei. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *