Segera Terbit: “Orok Menes Jadi Guru Besar” – Biografi Prof. Andriansyah

0
Segera Terbit: “Orok Menes Jadi Guru Besar” – Biografi Prof. Andriansyah

Oplus_131072

Views: 18

PANDEGLANG, – Di tengah derasnya arus zaman yang sering mengukur keberhasilan dengan gemerlap duniawi, lahir sosok yang memilih jalan berbeda: sederhana namun berakar kuat. Prof. Andriansyah, seorang akademisi yang telah mencatatkan jejaknya dalam sejarah dunia pendidikan Indonesia, kini diabadikan dalam biografi berjudul “Orok Menes Jadi Guru Besar: Prof. Andriansyah: Jejak dan Inspirasi.” Buku ini, yang segera diluncurkan, mengungkap perjalanan hidup seorang guru besar yang tidak hanya mengukir prestasi di dunia akademik, tetapi juga memberi dampak signifikan dalam memajukan pendidikan dan integritas dalam sistem akademik Indonesia.

Menelusuri Jejak ‘Orok Menes’

Dari sebuah desa terpencil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, lahir sosok yang kelak akan mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Di Menes, yang dikenal dengan kesederhanaannya, Prof. Andriansyah memulai perjalanan panjangnya menuju dunia akademik. Perjalanan ini bukan hanya menuju kursi guru besar, tetapi juga merupakan proses yang dimulai dari keterbatasan dan kesederhanaan. Dari tanah yang sepi dan jauh dari pusat kemewahan, Prof. Andriansyah memupuk mimpi, menapaki pendidikan, dan menjadikannya sebagai pondasi untuk meraih cita-cita yang lebih besar.

Bukan produk instan yang lahir dari prestasi instan, tetapi sosok yang dibentuk oleh kesabaran, ketekunan, dan keteguhan hati untuk terus bermimpi. Prof. Andriansyah telah membuktikan bahwa kemajuan tidak datang dari kemewahan, melainkan dari keberanian untuk terus melangkah meskipun rintangan seakan tak ada habisnya.
Menes kini menjadi saksi bagaimana seorang anak kampung, yang awalnya hanya berbekal impian, kini mampu mencatatkan nama dalam sejarah pendidikan Indonesia.

Perjalanan yang Menginspirasi

Dalam biografi yang menginspirasi ini, perjalanan hidup Prof. Andriansyah mengungkapkan kisah yang jauh melampaui pencapaian akademik atau jabatan formal. Ini adalah kisah tentang tekad, semangat, dan dedikasi seorang anak muda yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan cita-citanya, bahkan di tengah berbagai tantangan besar. Perjalanan Prof. Andriansyah dimulai dari masa kecil yang penuh ketekunan dan semangat.

Sejak duduk di bangku SMP di SMP 1 Menes, Pandeglang, Andri sudah menunjukkan sikap kepemimpinan yang luar biasa. Ia tidak hanya menjadi ketua OSIS, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka. Keterlibatannya ini mengasah keterampilan organisasi dan memperluas jaringan pertemanan yang mendalam. Berbeda dengan masa kanak-kanak yang sering dihabiskan bermain, Andri memutuskan untuk fokus mengembangkan diri dalam hal kepemimpinan. Baginya, jabatan sebagai Ketua OSIS bukan sekadar prestasi, melainkan batu loncatan untuk mengasah kemampuan menjadi pemimpin yang lebih baik di masa depan. Pengalaman ini mempersiapkannya untuk tantangan lebih besar yang akan datang.

Namun, kisah yang lebih menarik muncul ketika Andri, dengan keberanian luar biasa, memutuskan untuk melakukan perjalanan jauh dari Menes ke Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk menemui keluarga ayahnya yang hilang kontak selama bertahun-tahun. Menghadapi perjalanan yang penuh tantangan, Andri tidak hanya menemui fakta unik bahwa ayahnya bukanlah orang Batak seperti yang pernah ia dengar, tetapi asli orang Banten, sebuah penemuan yang mengubah cara pandangnya tentang identitas dirinya. Perjalanan ini bukan hanya menggugah rasa hormat terhadap asal usulnya, tetapi juga memberi pelajaran berharga tentang pentingnya keberanian untuk mencari tahu dan mengenal akar keluarga.

Di SMA, Andri kembali dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Keuangannya yang terbatas memaksanya untuk pintar-pintar mengatur uang saku yang hanya Rp5.000 per minggu. Tak jarang, ia harus menumpang bus agar bisa pulang pergi ke sekolah yang jaraknya cukup jauh. Meski hidupnya dipenuhi tantangan, Andri tidak pernah menyerah. Ia tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan, dari OSIS, Pramuka, hingga Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Setiap langkahnya dipenuhi semangat untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan kedisiplinan. Keaktifannya ini tidak hanya mengasah dirinya secara pribadi, tetapi juga memperkuat karakter dan dedikasinya untuk masyarakat.

Salah satu momen yang tak terlupakan dalam perjalanan hidup Andri adalah saat ia bersama teman-temannya tersesat di Gunung Pulosari, Pandeglang. Berbekal ilmu yang didapatkan dari Pramuka, mereka berhasil bertahan hidup dan menemukan jalan pulang dengan menggunakan bambu yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber air. Keahlian navigasi alam yang dipelajarinya di Pramuka membuktikan bahwa pendidikan di luar kelas sangat berperan dalam membentuk karakter dan ketangguhan diri. Pengalaman ini mengajarkan Andri untuk tidak takut menghadapi kesulitan, karena setiap tantangan selalu membawa peluang untuk belajar dan tumbuh.

Kisah-kisah penuh perjuangan ini adalah bagian dari perjalanan panjang yang tertuang dalam buku “Orok Menes Jadi Guru Besar.” Biografi ini menjadi sebuah saksi hidup yang mengajak pembaca untuk merenungkan betapa pentingnya kekuatan hati, integritas, dan semangat tanpa henti dalam meraih tujuan.

Dengan setiap bab, buku ini memperlihatkan bagaimana Prof. Andriansyah mengukir jalannya menuju puncak karir, dengan perjuangan yang menginspirasi banyak pihak untuk selalu berani bermimpi dan menghadapi segala rintangan dalam hidup.

Penghargaan dan Ulasan dari Tokoh

Buku biografi Prof. Andriansyah, “Orok Menes Jadi Guru Besar,” menerima sambutan hangat dan apresiasi dari berbagai tokoh terkemuka. Kisah perjalanan hidupnya telah diakui sebagai sumber inspirasi yang luar biasa. Tidak hanya menyoroti pencapaian akademiknya, biografi ini juga mengungkapkan nilai-nilai integritas, dedikasi, dan semangat pantang menyerah yang membentuk perjalanan hidup Prof. Andriansyah—dari seorang anak kampung hingga mencapai puncak karier sebagai guru besar.

Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, bersama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, turut memberikan pengakuan atas karya ini. Selain itu, Andra Soni, Gubernur Banten, Hj. Rd. Dewi Setiani, Bupati Pandeglang, Prof. Dr. Ma’mun Murod, Rektor Universitas Mathla’ul Anwar Banten, Prof. Dr. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Marsekal TNI (Purn) Tedi Rizaldi, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia, dan KH. Embay Mulya Sjarief, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, semuanya memberikan apresiasi yang mendalam terhadap buku ini.

Biografi ini tidak hanya menggambarkan prestasi Prof. Andriansyah di dunia akademik, tetapi juga kontribusinya yang besar dalam membangun karakter bangsa. Buku ini menjadi referensi penting bagi generasi muda yang ingin memahami kepemimpinan yang berintegritas dan visioner. Dukungan dan pengakuan dari berbagai tokoh terkemuka semakin menegaskan betapa pentingnya perjalanan hidup Prof. Andriansyah, yang penuh dengan inspirasi, ketekunan, dan dedikasi.

Melalui “Orok Menes Jadi Guru Besar,” pembaca diajak untuk merenungkan makna kepemimpinan sejati yang tidak hanya berfokus pada kesuksesan pribadi, tetapi juga pada dampak positif terhadap masyarakat. Buku ini tidak hanya menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang ingin meraih kesuksesan, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin menjadi pemimpin yang berintegritas dan membawa perubahan yang berarti. Inilah kisah yang menegaskan bahwa dengan tekad yang kuat, integritas, dan semangat pantang menyerah, seseorang dapat meraih cita-cita tertinggi—seperti yang telah dilakukan oleh Prof. Andriansyah.

Menjadi Inspirasi

“Orok Menes Jadi Guru Besar” adalah karya monumental yang wajib dibaca oleh siapa saja yang ingin menggali lebih jauh dunia pendidikan, kepemimpinan yang berbasis integritas, dan pentingnya kolaborasi dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.

Buku ini tidak hanya menyajikan kisah kehidupan yang menginspirasi, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi generasi pemimpin masa depan. Melalui buku ini, pembaca diajak untuk merenungkan perjalanan hidup Prof. Andriansyah, yang penuh dedikasi dan perjuangan dalam dunia pendidikan dan kepemimpinan.

Peluncuran buku ini akan segera digelar dan diharapkan dapat menginspirasi banyak orang. Acara peluncuran dan bedah buku akan diadakan di kampus-kampus terkemuka, serta berbagai perpustakaan di seluruh Banten. Buku ini juga diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus berkarya, berkontribusi, dan membawa perubahan positif di masyarakat.

Buku ini ditulis oleh Eko Supriatno, seorang penulis produktif yang sebelumnya juga menulis Buku Biografi Kiai Embay Mulya Syarief: Jejak Pemimpin Inklusif dari Banten, yang sukses hingga dibedah oleh 12 Profesor dan Pakar. Eko Supriatno dikenal dengan karya-karya yang mendalam dan penuh makna, serta keberhasilannya mengangkat tokoh-tokoh besar dalam dunia pendidikan dan kepemimpinan.

Kehadiran buku ini semakin memotivasi civitas akademika Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA Banten), di mana Prof. Andriansyah juga menjabat sebagai Rektor, serta civitas Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), tempat Prof. Andriansyah menjadi Kepala Program Studi S3 DAP. Buku ini menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang ingin terus mengembangkan diri dan berperan aktif dalam menciptakan perubahan yang berarti di dunia pendidikan dan masyarakat.

Dengan penerbitan buku ini, Eko Supriatno kembali menegaskan kontribusinya dalam dunia literasi dan kepemimpinan, memberikan pemahaman mendalam tentang perjalanan hidup seorang pemimpin berintegritas seperti Prof. Andriansyah, yang akan terus menginspirasi generasi mendatang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *