Dampingi Bupati Tinjau Banjir, Kalak BPBD PK Kabupaten Pandeglang: Status Menjadi Tanggap Bencana

0
Dampingi Bupati Tinjau Banjir, Kalak BPBD PK Kabupaten Pandeglang: Status Menjadi Tanggap Bencana
Views: 24

Tirtanews.co.id, Pandeglang, Banten – Menindaklanjuti sebanyak 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten yang terdampak bencana banjir, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PK Kabupaten Pandeglang, sudah mengajukan peningkatan status dari siaga bencana menjadi tanggap bencana.

Demikian dikatakan Kepala Pelaksana BPBD PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, SE, M.Si. usai mendampingi Bupati Pandeglang meninjau lokasi banjir di salah satu desa diwilayah Kecamatan Sukaresmi. Menurutnya, per tanggal hari Rabu 14 Januari 2026, kondisi banjir di wilayah Kabupaten Pandeglang yang terjadi semenjak Sabtu kemarin hingga hari ini, mengakibatkan sudah 12 kecamatan yang terdampak bencana banjir.

“Sampai hari ini, dari 12 kecamatan yang terdampak, alhamdulillah 7 kecamatan sudah ada yang surut total dan menyisakan genangan genangan air,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, SE, M.Si, Rabu (14/01/2026).

Yang 5 kecamatan lainnya, lanjutnya, yakni Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Sobang dan Panimbang dan terutama untuk Pagelaran Patia dan Sukaresmi, masih terdampak banjir dengan ketinggian air masih di atas 40 dan 50 Cm. “Tetapi saya sudah cek terakhir sudah ada penurunan ketinggian air, dan apabila malam ini sudah tidak turun hujan ekstrim, mudah mudahan besok sore bisa surut, tapi kita lihat situasi dan kondisi cuaca yang masih dinamis, walaupun Patia dan Pagelaran masih ada yang diatas 50 Cm tapi trending sudah mulai surut,” jelas Kalak BPBD.

Masih kata Riza, sementara itu upaya Pemkab Pandeglang melalui BPBD, sesuai dengan SPM penangangan kedaruratan, kami sudah standbye dari awal dengan mengadakan penanganan kedaruratan seperti evakuasi, kemudian kajian cepat tentang situasi dan kondisi terkini dan menyalurkan logistik kedaruratan. “Kemudian BPBD bersama Dinsos Kabupaten Pandeglang juga sudah membuka dapur umum di Patia dan Pagelaran yang akan beroperasi hingga kondisi di nyatakan aman dengan masyarakat sudah bisa beraktifitas kembali di rumahnya maing masing,” terangnya.

Kaitan taksiran kerugian dan kerusakan yang di timbulkan akibat bencana banjir, Kalak BPBD menjelaskan, itu nanti proses berjalan karena harus kolaborasi dari berbagai elemen. “Misal jumlah dari rumah yang rusak kita kordinasi dengan Perkim atau sawah yang rusak kita kordinasi dengan Dinas Pertanian,” katanya.

Dengan situasi dan kondisi yang berjalan seperti ini, sambungnya, maka Pemkab Pandeglang melalui BPBD sudah mengajukan peningkatan status, dari siaga bencana ke tanggap bencana yang sudah di ajukan dengan tahapan tahapan yang dibahas pada rapat atas kaji cepat situasi dan kondisi sekarang ini, ini sedang proses untuk kenaikan status.

“Berdasarkan kordinasi kami dengan BMKG bahwa di Provinsi Banten itu ada 13 zona musim, dan semuanya sedang memasuki musim hujan yang menuju nanti puncaknya. Harus diketahui, musim hujan inilah yang memicu terjadinya cuaca ekstrim seperti angin kencang curah hujan yang tinggi,” terangnya.

Kami menghimbau kepada masyarakat, agar mengurangi aktifitas di luar rumah, kemudian apabila memang sedang ada di luar rumah, hindari pohon pohon yang besar, atau papan reklame, kemudian juga hindari wilayah wilayah titik banjir. “Dan yang terpenting, dihimbau juga kepada masyarakat agar sampah di bersihkan dari saluran saluran air agar supaya tidak terjadi mampet dan sebagainya. Kemudian update informasi kondisi situasi cuaca dan apabila terjadi kedaruratan, mohon secepatnya melaporkan kepada kami BPBD atau melalui aparatur di daerahnya masing masing agar secepatnya situasi kedaruratan segera tertangani,” pungkasnya. (Ri3z/02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *