Miris MBG di Sukaresmi Datang Telat, Kemasan Tidak Layak, Warga Sebut Itu Makanan Untuk Kucing

0
Miris MBG di Sukaresmi Datang Telat, Kemasan Tidak Layak, Warga Sebut Itu Makanan Untuk Kucing
Views: 57

Tirtanews.co.id, Pandeglang, Banten – Warga masyarakat penerima manfaat Program Nasional (Prognas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pasirkadu Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan MBG yang difokuskan untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD (B3).

Lantaran, selain kemasan MBG tersebut di terima dengan kemasan plastik untuk penerima manfaat B3, dan isi menu MBG dicampur dalam satu kantung plastik, para penerima manfaat juga menerima MBG tersebut sudah hampir menjelang malam.

Sejatinya, program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi dan mencegah stunting, dan pemenuhan gizi dengan standarisasi mutu, namun dalam pelaksanaannya sangat menyedihkan. Kemasan menu warga menyebutnya layaknya untuk pakan kucing

Menurut Informasi yang berhasil dihimpun, MBG yang dikeluhkan warga Desa Pasirkadu karena segala menu di satukan dalam bungkus plastik tersebut, berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Karyasari Kecamatan Sukaresmi.

Ketika dikonfirmasi melalui telephone selularnya, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di SPPG Desa Karyasari, Dimas, menampik adanya kemasan menu MBG yang dikeluhkan warga. Dia mengatakan, SPPG nya tidak pernah menggunakan plastik untuk kemasan MBG.

“Mohon maaf ya kita di dapur tidak pernah pakai kantong plastik, kalau masalah itu kan untuk B3 ya itu bisa di tanyakan langsung ke ibu kadernya karena kita pengiriman tadi pakai ompreng,” kilahnya, Kamis malam (08/01/2026).

Ditanya bagaimana kejadiannya, dari kemasan ompreng tapi faktanya di terima oleh B3 kemasan menggunakan plastik, Dimas mengatakan tidak tahu. Dia “Keukeh” menyalahkan kader. “Ya saya tidak tau pak untuk permasalahan di distribusikan ke pihak B3 kalau dari kami tim distribusi, selalu menggunakan ompreng tidak pernah yang namanya pake plastik. Kalau semisal itu di kirim ke ibu hamil atau ke yang lainnya untuk B3 itu permasalahannya tinggal di tanyakan saja ke pihak ibu kader,” ujarnya.

Sama hanya ketika ditanya kendala apa hingga MBG untuk B3 tersebut di terima di Malaysia hari, Dimas kembali mengatakan silahkan tanya ke Kader. “Kalau untuk pengiriman B3 minta di siang hari pak, itu permasalahnnya pun mangga tinggal tanya saja ke ibu kader, bisa tanyakan ke ibu kader yg membagikan nya pak kalau datang menjelang isya saya tidak tau pak itu bisa tanyakan aja ke ibu kadernya, saya kirim itu di jam 5 pak bukan isya ya pak maaf banget, kan yang mengaturnya ibu kader pak bukan tim distribusi,” kilahnya.

Kemudian kalau untuk pengawasan, lanjutnya, kita hanya mendistribusikan makanan ke tempat yang di atur oleh kader, setelah itu ibu ibu kader yang membagikan. Masa saya yang harus membagikan, kan tidak mungkin dan tidak mungkin juga saya harus standbay di lokasi pendistribusian. “Silahkan tanyakan saja ke ibu kadernya langsung ya kalau setelah pengiriman itu yang mengatur ke penerima manfaat itu ibu kader,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Desa Pasirkadu, Ahmad Junaedi membenarkan video warga penerima MBG yang difokuskan untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD (B3) tersebut, adalah warganya. Tapi dia mengatakan belum mengetahui siapa atau SPPG mana yah mengirim. “Betul itu lokasinya di Kampung Sukajadi Desa Pasirkadu, iya betul,” jawabnya.

Tapi saya belum mengetahui soal atau dari SPPG mana yang mengirim ke Pasirkadu, nanti coba saya tanya terlebih dahulu. “Terima kasih sudah di kasih tahu soal MBG tersebut, saya akan mencari tahu” tutupnya. (Ri3z/02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *