Panen Jagung Batalyon TP Lebak Diklaim Dukung Swasembada Pangan

0
Panen Jagung Batalyon TP Lebak Diklaim Dukung Swasembada Pangan
Views: 41

LEBAK, TirtaNews – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat bersama Pemerintah Kabupaten Lebak memanen jagung di Lahan Ketahanan Pangan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (TP) 840/Golok Sakti, Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Banten, Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan ini diklaim sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa hadir langsung dalam panen tersebut. Mengenakan seragam dinas, ia turut memanen jagung yang telah memasuki masa panen. Menurut Saleh, hasil panen ini menunjukkan bahwa lahan pertanian akan produktif apabila dikelola secara serius.

“Tuhan sudah menyiapkan tanah. Kalau tidak dikerjakan, tentu tidak ada hasil,” kata Saleh di sela kegiatan panen.

Ia menyebut Batalyon TP 840/Golok Sakti sebagai batalyon teritorial pembangunan pertama di Kabupaten Lebak yang mampu melaksanakan panen jagung dalam skala besar. Sebelumnya, kata dia, beberapa batalyon serupa di daerah lain masih berada pada tahap panen terbatas.

Saleh menilai keberadaan batalyon teritorial pembangunan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar TNI tidak hanya berperan dalam pertahanan, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran Batalyon TP diharapkan menjadi solusi pembangunan, khususnya di sektor pangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa batalyon tersebut dibentuk untuk membantu kinerja pemerintah daerah. Saleh menyebut Batalyon TP 840/Golok Sakti sebagai “batalyon milik rakyat Lebak” yang siap mendukung program strategis daerah.

Panen jagung itu turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Asisten Operasi dan Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Kodam III/Siliwangi, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, unsur kepolisian, DPRD, kejaksaan, serta jajaran komando kewilayahan.

Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya mengapresiasi keterlibatan TNI dalam penguatan ketahanan pangan di wilayahnya. Ia berharap kolaborasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Pemerintah Kabupaten Lebak, menurut Hasbi, juga menyiapkan kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi pemilik lahan sawah di bawah 5.000 meter persegi mulai 2026. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meringankan beban petani kecil.

“Kami ingin petani kecil semakin terbantu dan produktivitas pertanian meningkat,” kata Hasbi.

Kegiatan panen ini menjadi salah satu contoh kolaborasi lintas institusi dalam program ketahanan pangan. Meski demikian, pemerintah daerah mengakui bahwa program penanaman jagung memerlukan waktu dan upaya berkelanjutan agar hasilnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. (Ridwan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *