Jalan Rengas–Payaraman Memburuk, Warga Pertanyakan Kinerja Pembangunan di Ogan Ilir

0
Jalan Rengas–Payaraman Memburuk, Warga Pertanyakan Kinerja Pembangunan di Ogan Ilir

Oplus_131072

Views: 77

OGAN ILIR, TirtaNews – Kondisi jalan penghubung Desa Rengas–Payaraman di Kabupaten Ogan Ilir kembali menjadi sorotan publik setelah beredar video warga melintas di ruas yang berubah seperti kubangan lumpur. Jalan yang merupakan akses vital masyarakat itu tampak tidak dapat dilalui dengan nyaman, terutama saat musim hujan.

Kerusakan parah tersebut memicu kritik dari sejumlah kalangan, termasuk dari aktivis lembaga swadaya masyarakat.

Ketua LSM Gempita, Budi Riskiyanto, mengatakan kondisi infrastruktur itu mencerminkan buruknya tata kelola pembangunan di daerah. Ia menilai pemerintah daerah belum menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Kalau jalan utama saja dibiarkan seperti sawah, pertanyaannya sederhana: apa yang dikerjakan selama dua periode ini? Masyarakat tidak meminta banyak — hanya jalan yang layak digunakan,” ujar Budi.

Menurut dia, perhatian pemerintah selama ini lebih banyak tertuju pada upaya pencitraan ketimbang penyelesaian masalah mendasar yang dirasakan warga. “Rakyat butuh bukti, bukan baliho. Mereka butuh akses aman, bukan slogan pembangunan,” ucapnya.

Kerusakan jalan tersebut juga menimbulkan perdebatan mengenai efektivitas program pembangunan yang selama ini dikampanyekan pemerintah daerah. Slogan seperti “Ogan Ilir Bangkit” disebut sejumlah warga tidak sejalan dengan kondisi infrastruktur di lapangan.

Sejumlah masyarakat menilai kerusakan jalan bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memengaruhi ekonomi warga, keselamatan ibu hamil, hingga akses pendidikan anak sekolah.

Warga berharap pemerintah kabupaten segera melakukan perbaikan menyeluruh mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan beberapa desa dan menunjang aktivitas harian.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Kabupaten Ogan Ilir belum memberikan keterangan resmi terkait rencana perbaikan jalan Rengas–Payaraman. Masyarakat menunggu langkah konkret agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal tanpa harus melalui genangan yang menyerupai “mandi lumpur”. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *