Mahasiswa Deklarasikan AMAN Banten, Bahas Refleksi Setahun Prabowo–Gibran

CILEGON, TirtaNews – Suasana intelektual menghangat di Kota Baja. Senin (27/10), Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Provinsi Banten resmi dideklarasikan di Cilegon. Deklarasi ini dirangkaikan dengan diskusi publik bertajuk “Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo–Gibran: Refleksi dan Arah Baru Bangsa.”
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya pengamat sosial politik sekaligus dosen Pascasarjana UIN SMH Banten, Dr. Syaiful Bahri, mantan Ketua KNPI Cilegon Rizki Putra Sandika, serta aktivis muda Eddi Said.
Dalam paparannya, Syaiful Bahri menyoroti peran media sosial dalam dinamika demokrasi modern. Ia menyebut platform digital kini menjadi arena baru dalam pembentukan opini publik dan kontrol kebijakan.
“Media sosial bukan lagi sekadar ruang hiburan atau hoaks, tapi ruang publik baru yang membentuk kesadaran politik masyarakat,” ujar Syaiful.
Menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan konten yang tersebar di ruang digital tidak hanya sensasional, tetapi juga mendidik dan berpihak pada kepentingan publik.
“Kritik boleh keras, tapi harus konstruktif. Demokrasi sehat adalah demokrasi yang mengedepankan edukasi,” katanya.
Rizki Putra Sandika menilai kepemimpinan Prabowo–Gibran selama satu tahun menunjukkan arah strategis, terutama di sektor ekonomi dan sosial.
“Program seperti Makan Bergizi Gratis mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini langkah yang patut diapresiasi,” ujar Rizki.
Ia mendorong mahasiswa untuk terus mengawal kebijakan nasional dengan sikap kritis namun tetap objektif.
“Kritik penting, tapi jangan lupakan apresiasi. Pemerintahan ini masih satu tahun, masih banyak ruang untuk berbenah,” ucapnya.
Sementara itu, aktivis muda Eddi Said menyoroti geliat ekonomi daerah, terutama di Cilegon yang kini menjadi lokasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Cilegon kini magnet investasi. Dampaknya bukan hanya pada industri, tapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal,” kata Eddi.
Menurutnya, pembangunan nasional yang mulai menyentuh wilayah strategis seperti Banten perlu direspons dengan kesiapan daerah.
“Kita harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” tegasnya.
Deklarasi AMAN Banten ini menjadi momentum baru bagi gerakan mahasiswa di wilayah tersebut. Selain memperkuat jejaring intelektual, AMAN diharapkan menjadi wadah sinergi antara kampus, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun kesadaran kebangsaan di era digital. (Dd/Red)
