Jelang Muskerwil, PWNU Banten Mantapkan Arah Kerja

0
Jelang Muskerwil, PWNU Banten Mantapkan Arah Kerja
Views: 14

SERANG, TirtaNews – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menggelar rapat Badan Pengurus Harian Tanfidziyah di Gedung Dakwah PWNU Banten, Kota Serang, Sabtu, 30 Agustus 2025. Rapat ini menjadi langkah awal pasca pengukuhan kepengurusan masa khidmat 2025–2030 sekaligus persiapan menuju Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) pertama.

Fokus pembahasan rapat meliputi penyusunan rencana strategis lima tahun ke depan, penguatan kaderisasi, penyamaan arah kerja kelembagaan, serta pemetaan masalah yang perlu segera ditangani secara kolektif.

Ketua PWNU Banten, KH Hafis Gunawan, menekankan rapat ini sebagai bentuk komitmen pengurus untuk mengabdi penuh kepada organisasi. “Ini adalah komitmen kita sebagai pengurus untuk berkhidmat di jam’iyah ini secara total setelah pelantikan beberapa hari lalu,” ujar Hafis.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Tanfidziyah, Ahmad Nuri, menghasilkan keputusan bahwa Muskerwil akan digelar pada 8 September 2025 di Hotel Royale Krakatau, Cilegon. Musyawarah tersebut akan membahas sidang komisi-komisi, antara lain Komisi Organisasi, Komisi Program Kerja, dan Komisi Rekomendasi.

Menurut Nuri, tema Muskerwil kali ini adalah “Kaderisasi sebagai Kunci Khidmat, Berpadu untuk Banten Maju.” Tema tersebut, katanya, dimaksudkan untuk memperkuat militansi kader sekaligus mendorong NU berperan lebih besar dalam pembangunan di Banten. “NU tidak boleh diurus sambil lalu. NU harus menjadi arus utama,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa NU memiliki peran fundamental dalam pembinaan umat, akhlak, dan moral bangsa, bukan sekadar organisasi masyarakat biasa. “Itulah sebabnya agenda Muskerwil harus disiapkan dengan matang, baik oleh steering committee maupun organizing committee,” kata Nuri.

PWNU Banten berencana menggelar rapat lanjutan dalam waktu dekat untuk mematangkan teknis pelaksanaan Muskerwil. Rapat ini dinilai sebagai titik awal penguatan struktural menuju gerakan NU yang sistematis, kolaboratif, dan responsif di Banten. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *