Muktamar Matla’ul Anwar Dibuka, Soroti Arah Peradaban Umat

0
Muktamar Matla’ul Anwar Dibuka, Soroti Arah Peradaban Umat
Views: 13

SERANG, TirtaNews — Muktamar ke-21 Pengurus Besar Matla’ul Anwar dan Musyawarah Nasional ke-6 Muslimat Matla’ul Anwar resmi dibuka di Kota Serang, Banten, Sabtu, 11 April 2026. Forum lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk merumuskan arah strategis di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.

Ketua Umum PB Matla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief mengatakan muktamar tidak semata menjadi forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum evaluasi dan peningkatan kualitas gerakan organisasi.

“Yang lebih penting bukan hanya pergantian pimpinan, tetapi bagaimana mutu pendidikan meningkat. Yang semula baik harus menjadi lebih baik, dan yang belum baik harus menjadi baik,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Ia menyebutkan, organisasi yang berdiri sejak 1916 itu kini mengelola ratusan lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai daerah. Selain penguatan pendidikan, Embay menekankan pentingnya perumusan kode etik dakwah agar aktivitas keagamaan lebih menyejukkan dan memperkuat persatuan.

Gubernur Banten Andra Soni menilai Matla’ul Anwar memiliki kontribusi panjang dalam pembangunan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan Islam dan pembinaan sosial.

“Matla’ul Anwar merupakan organisasi masyarakat yang lahir di Banten dan berperan aktif dalam pengembangan potensi masyarakat sejak sebelum kemerdekaan,” kata Andra.

Ia menambahkan, pemerintah daerah selama ini terbantu oleh kiprah organisasi tersebut, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis keagamaan. Pemerintah Provinsi Banten, kata dia, berharap muktamar menghasilkan keputusan strategis bagi kemajuan organisasi dan masyarakat luas.

Menteri Agama Nasaruddin Umar yang membuka acara itu menilai muktamar menjadi ruang penting untuk merumuskan peran umat Islam di tengah perubahan global.

“Kita sedang berbicara tentang satu hal besar, yaitu mempersiapkan umat masa depan—umat yang mampu membaca zaman sekaligus tidak kehilangan pegangan,” ujarnya.

Menurut dia, di era digital yang berkembang pesat, agama perlu hadir sebagai penuntun moral dan penyeimbang kehidupan sosial. Ia mengingatkan agar nilai-nilai keagamaan tidak berhenti pada simbol, melainkan menjadi pedoman dalam menghadapi dinamika zaman.

Muktamar yang berlangsung hingga 13 April 2026 itu mengusung tema “Membangun Peradaban Umat Menuju Kemandirian Bangsa”. Forum ini diharapkan menghasilkan rumusan strategis untuk memperkuat kontribusi umat Islam dalam pembangunan nasional. (Yuli/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *