Kenaikan Pangkat Prajurit Korem 064/MY, Integritas Jadi Sorotan

KOTA SERANG, TirtaNews — Di tengah meningkatnya sorotan publik dan keterbukaan ruang digital, integritas prajurit dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan terhadap institusi militer. Penegasan itu mengemuka dalam Upacara Kenaikan Pangkat Perwira, Bintara, dan Tamtama Korem 064/Maulana Yusuf periode 1 April 2026.
Sebanyak 22 prajurit Korem 064/Maulana Yusuf menerima kenaikan pangkat dalam upacara yang digelar di Lapangan Upacara Makorem, Kota Serang, Rabu, 1 April 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 personel.
Selain itu, 10 Perwira Menengah (Pamen) Korem 064/Maulana Yusuf juga memperoleh kenaikan pangkat melalui upacara laporan korps yang dilaksanakan di Kodam III/Siliwangi.
Dalam amanat Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigadir Jenderal TNI Daru Cahyadi Soeprapto yang dibacakan Kepala Staf Korem Kolonel Infanteri Shofanudin, ditegaskan bahwa kenaikan pangkat tidak sekadar perubahan simbolik, melainkan harus dimaknai sebagai peningkatan kualitas diri.
“Yang naik bukan hanya pangkat, tetapi juga kualitas dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujar dia dalam amanat tersebut.
Menurut dia, tuntutan terhadap prajurit saat ini tidak hanya terbatas pada kinerja di lapangan, tetapi juga mencakup sikap dan perilaku di ruang publik, termasuk dalam penggunaan media sosial. Karena itu, integritas menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas.
Ia menambahkan, pangkat baru harus tercermin dalam peningkatan kinerja melalui disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan prajurit menjadi solusi, baik di lingkungan satuan maupun di tengah masyarakat.
Dalam amanatnya, Daru juga mengingatkan agar prajurit menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan publik, seperti praktik judi daring, penyalahgunaan narkotika, serta pelanggaran disiplin lainnya.
Kenaikan pangkat ini merupakan bagian dari pembinaan personel di lingkungan Korem 064/Maulana Yusuf untuk membentuk prajurit yang profesional, adaptif, dan berintegritas dalam menghadapi dinamika tugas.
Upacara tersebut menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan. (Az/Red)
