Tokoh dan Ulama Banten Temui Wakil Bupati Lebak Usai Insiden Halal Bihalal

LEBAK, TirtaNews — Sejumlah tokoh masyarakat dan ulama di Banten mendatangi kediaman Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, pada Rabu petang, 31 Maret 2026. Pertemuan ini berlangsung di tengah sorotan publik atas insiden dalam acara halal bihalal yang sebelumnya memicu kontroversi.
Acara halal bihalal yang dihadiri ratusan aparatur sipil negara (ASN) itu semula diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi. Namun, suasana berubah setelah Bupati Lebak, Hasbi Asikin Jayabaya, menyampaikan pernyataan yang dinilai merendahkan Wakil Bupati. Rekaman peristiwa tersebut kemudian beredar luas dan memicu beragam reaksi masyarakat.
Dalam upaya meredakan ketegangan, sejumlah tokoh hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan moral kepada Amir Hamzah. Di antaranya Dr. KH Anang Azhari Alie, Jenderal (Purn) TNI AL Dr. Eden Gunawan, serta M. Hasan Gaido.
KH Anang Azhari Alie dalam pertemuan itu menekankan pentingnya sikap ikhlas dan memaafkan. Ia mengingatkan bahwa kelapangan hati dalam menghadapi ujian dapat menjadi jalan memperoleh kemuliaan.
Sementara itu, Eden Gunawan menilai insiden tersebut dapat dipahami sebagai bentuk kurangnya pengendalian emosi dalam situasi tertentu. Menurut dia, pengalaman dalam tata kelola pemerintahan turut memengaruhi cara seorang pemimpin menyampaikan pernyataan di ruang publik.
Berbeda dengan itu, Hasan Gaido menyampaikan kritik lebih tegas. Ia menilai tindakan yang terjadi tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.
“Kami sangat menyayangkan pernyataan yang merendahkan wakil bupati di hadapan ASN. Ini menjadi pelajaran penting bagi pejabat publik untuk menjaga etika dan akhlak,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar Bupati Lebak menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, baik kepada masyarakat maupun kepada keluarga Wakil Bupati yang terdampak secara moral. Selain itu, Hasan menekankan pentingnya rekonsiliasi antara kedua pimpinan daerah tersebut.
Menurut dia, hubungan kerja yang harmonis diperlukan agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif dan fokus pada pembangunan daerah.
Para tokoh yang hadir sepakat agar peristiwa ini tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memperkeruh keadaan. Mereka justru berharap insiden tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan saling memahami.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan publik tidak hanya diukur dari kebijakan, tetapi juga dari sikap, etika, dan keteladanan dalam berkomunikasi di hadapan masyarakat. (Ridwan/Red)
