Diskominfo Kabupaten Serang Dorong Sekolah Bentuk Agen Literasi Digital

SERANG, TirtaNews — Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang mendorong setiap SMA dan SMK di daerah itu memiliki agen literasi digital. Upaya tersebut dilakukan melalui program road show literasi digital yang menyasar kalangan pelajar.
Kegiatan terbaru digelar di SMA Negeri 1 Ciruas pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada berbagai aspek literasi digital, mulai dari keamanan digital hingga etika bermedia di ruang digital.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Serang, Surtaman, mengatakan pihaknya menyiapkan dua siswa di setiap sekolah untuk dilatih menjadi agen digital. Mereka nantinya diharapkan dapat menyebarkan pemahaman literasi digital kepada lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
“Para siswa ini akan dipandu agar memahami keamanan digital, zakat digital, budaya digital, dan etika digital. Harapannya masyarakat memiliki fondasi literasi digital yang kuat, cakap, dan aman dalam menggunakan teknologi,” kata Surtaman kepada wartawan usai kegiatan.
Menurut dia, penguatan literasi digital menjadi penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era digital, terutama menuju target pembangunan generasi emas Indonesia pada Indonesia Emas 2045. Tanpa pemahaman yang memadai, kata dia, generasi muda berisiko tertinggal dalam arus transformasi digital.
Ia menilai saat ini banyak pelajar yang aktif menggunakan media sosial, tetapi belum sepenuhnya memahami pemanfaatan layanan digital pemerintah. Karena itu, Diskominfo memperkenalkan berbagai layanan digital yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.
Salah satunya melalui Aplikasi Serang Bahagia, yang menyediakan berbagai layanan publik secara daring, mulai dari administrasi kependudukan, ketenagakerjaan, hingga layanan kesehatan.
Selain memahami layanan digital, para agen digital juga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat tentang penggunaan media sosial secara bijak. Menurut Surtaman, pemanfaatan media sosial yang tepat bahkan dapat membuka peluang ekonomi bagi generasi muda.
“Anak-anak muda bukan hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga bisa membuat konten yang produktif serta membantu masyarakat menghindari penipuan digital, judi daring, dan berbagai risiko di internet,” ujarnya.
Selama Ramadan tahun ini, program agen digital telah berjalan di beberapa sekolah, antara lain SMA Negeri 1 Cikande dan SMA Negeri 1 Ciruas, serta di Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran.
Diskominfo berencana memperluas program tersebut setelah Idul Fitri dengan membagi wilayah Kabupaten Serang ke dalam beberapa zona. Hingga saat ini, sekitar 20 sekolah telah terdata untuk mengikuti program dengan total sekitar 40 siswa yang akan dilatih sebagai agen digital.
Selain sekolah umum, Diskominfo juga membuka peluang kerja sama dengan pondok pesantren tingkat SMA. Salah satu lembaga pendidikan yang telah dihubungi adalah Nurul Fikri Boarding School Cinangka.
“Bagi pondok pesantren di Kabupaten Serang yang ingin mendapatkan materi literasi digital, kami membuka kesempatan untuk datang dan berkolaborasi dengan Diskominfo,” kata Surtaman. (Yuli/Red)
