Silaturahim dan Buka Bersama Tokoh Banten: “Banten Berkemas Menyongsong Indonesia Emas”

SERANG, TirtaNews — Perkumpulan Urang Banten (PUB) menyelenggarakan kegiatan silaturahim dan buka bersama para tokoh Banten pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Banten Berkemas Menyongsong Indonesia Emas” sebagai bentuk komitmen moral dan strategis masyarakat Banten dalam mempersiapkan masa depan daerah sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Ketua Umum PUB, Taufik Rahman Ruki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi yang telah berdiri selama delapan tahun tersebut lahir dari kepedulian terhadap masa depan Banten. PUB, menurutnya, hadir bukan sebagai kekuatan politik praktis, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“PUB didirikan untuk menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan Banten. Siapa pun gubernurnya, kami siap membantu dan berkontribusi apabila dibutuhkan,” ujar Ruki.
PUB mengusung visi “Banten Baru, Banten Bangkit, Banten Juara, Masyarakatnya Sejahtera dalam Bingkai Iman dan Taqwa.” Organisasi ini juga memiliki tagline kultural “Kabula, Kabale, Kabalendongan” yang menjadi ruh gerakan masyarakat Banten.
Nilai tersebut mengandung makna bahwa masyarakat Banten diharapkan mampu menjadi profesional dalam pekerjaan (Kabula), menjadi teladan di tengah masyarakat (Kabale), serta menjaga dan melestarikan seni serta budaya Banten (Kabalendongan).

Kegiatan silaturahim ini juga menjadi ajakan kepada berbagai elemen masyarakat—mulai dari kiai, profesional, pengusaha, akademisi, hingga pemerintah—untuk bersama-sama mempersiapkan generasi muda Banten menghadapi era digitalisasi dan globalisasi tanpa kehilangan jati diri kebantenan.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh nasional asal Banten sekaligus Ketua Dewan Pembina PUB, Ma’ruf Amin, menyampaikan tausiyah Ramadhan. Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 itu menekankan pentingnya mempersiapkan Indonesia Emas melalui tiga pilar utama, yakni penguatan ilmu agama, penguasaan ilmu ekonomi, serta profesionalisme dalam birokrasi dan tata kelola pemerintahan.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Banten memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh besar yang berpengaruh hingga tingkat internasional, salah satunya ulama besar Syaikh Nawawi al-Bantani yang dikenal luas di dunia Islam. Kalau saya bisa jadi wakil presiden maka generasi berikutnya urang Banten jadi presiden tandas nya
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni memaparkan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam menjawab tantangan era digitalisasi. Ia menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan akses pendidikan yang berkualitas, serta penguatan sumber daya manusia berbasis teknologi dan karakter.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi utama untuk menciptakan generasi masa depan. Pemerintah Provinsi Banten menargetkan tidak ada lagi anak Banten yang tidak mengenyam pendidikan.
Kegiatan silaturahim dan buka bersama ini menjadi momentum konsolidasi moral dan intelektual masyarakat Banten untuk memperkuat profesionalisme, menjaga nilai iman dan taqwa, serta melestarikan budaya sebagai fondasi dalam menyongsong Indonesia Emas. (Az/Red)
