Gapasdap Merak Gelar Doa Bersama Sambut Angkutan Lebaran

0
Gapasdap Merak Gelar Doa Bersama Sambut Angkutan Lebaran
Views: 12

SERANG, TirtaNews — Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Merak menggelar istighosah dan doa bersama menjelang pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 di kawasan Pelabuhan Merak, Jumat, 6 Maret 2026.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan sektor transportasi penyeberangan itu menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Banten, Eko Indra Yanto, mengatakan doa bersama tersebut diharapkan membawa keselamatan bagi seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran.

“Melalui doa bersama ini semoga seluruh petugas diberikan keselamatan dalam menjalankan tugas serta mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat selama masa angkutan Lebaran,” ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu, General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Umar Imran Batu Bara, menyatakan kegiatan doa bersama menjelang angkutan Lebaran telah menjadi agenda rutin para pemangku kepentingan di pelabuhan tersebut.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama agar pelayanan penyeberangan bagi masyarakat dapat berlangsung aman dan nyaman. “Kami sebagai operator penyeberangan berharap pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan aman dan nyaman selama angkutan Lebaran,” kata Umar.

Ia menambahkan, kelancaran arus mudik tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional pelabuhan dan penyeberangan.

Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi serta penerapan standar keselamatan kapal selama masa angkutan Lebaran.

Menurut dia, dalam rapat koordinasi sebelumnya telah dibahas penerapan kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang biasanya mulai diberlakukan menjelang puncak arus mudik. “Kami berharap penerapan SKB tersebut dapat dilakukan secara fleksibel,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi penyeberangan. “Keselamatan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar diterapkan. Operator harus memastikan kesiapan kapal sebelum beroperasi,” ujarnya.

Kegiatan istighosah ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran angkutan Lebaran 2026. Pada kesempatan itu, panitia juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan. (Dd/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *