Warga Cadas Ngampar Sambut Pembukaan Jalan Baru Program TMMD 127

0
Warga Cadas Ngampar Sambut Pembukaan Jalan Baru Program TMMD 127
Views: 9

SERANG, TirtaNews — Warga Kampung Cadas Ngampar, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, mulai melihat harapan baru setelah Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 127 Kodim 0602/Serang memulai pengerjaan pembukaan dan pengerasan jalan di wilayah mereka, Rabu (25/2/2026).

Proyek yang digarap Satgas TMMD dari Kodim 0602/Serang itu membangun akses jalan sepanjang 315 meter dengan lebar 3 meter. Jalan tersebut selama ini dinantikan warga karena kondisi sebelumnya berupa tanah berbukit yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Bagi sebagian warga, akses yang terbatas membuat aktivitas sehari-hari dan pengangkutan hasil pertanian kerap terhambat. “Kalau hujan, jalan jadi licin dan susah dilewati kendaraan. Mudah-mudahan setelah dibangun, hasil kebun bisa lebih mudah dibawa keluar,” ujar salah seorang warga yang ikut kerja bakti di lokasi.

Komandan Satgas TMMD Ke-127, Oke Kistiyanto, mengatakan pembangunan jalan di titik kedua itu menjadi prioritas sasaran fisik di Desa Sukamenak. Menurut dia, akses sepanjang 315 meter tersebut akan menjadi jalur vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Pengerjaan dilakukan dengan metode pengerasan agar konstruksi lebih kokoh dan tahan lama, menyesuaikan dengan kontur tanah yang berbukit dan rawan tergerus air. Di lapangan, personel TNI terlihat bekerja berdampingan dengan warga. Sejumlah ibu-ibu menyiapkan konsumsi, sementara para pemuda membantu mengangkut material.

Program TMMD sendiri merupakan bagian dari TNI Manunggal Membangun Desa yang menyasar pembangunan infrastruktur sekaligus pemberdayaan masyarakat desa. Warga berharap pembangunan jalan tersebut tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di Kampung Cadas Ngampar.

Dengan dimulainya pengerjaan di titik kedua ini, masyarakat optimistis desa mereka perlahan keluar dari keterisolasian. Di tengah keterbatasan fasilitas, gotong royong antara aparat dan warga kembali menjadi modal sosial yang terasa nyata di lapangan. (Tati/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *