Mahasiswa Paniai di Sorong Galang Sumbangan Sukarela, MRP Papua Barat Daya Salurkan Bantuan Duka

0
Mahasiswa Paniai di Sorong Galang Sumbangan Sukarela, MRP Papua Barat Daya Salurkan Bantuan Duka
Views: 6

SORONG, TirtaNews — Duka atas wafatnya Melki Sua Kadepa menyatukan mahasiswa asal Paniai yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) se-Kota Studi Sorong Raya. Di tengah suasana berkabung, mereka menggalang sumbangan sukarela untuk mendukung proses kedukaan yang berlangsung di asrama Paniai, Jalan Malibela Km 11,5 Lorong Meuwo II, Jumat (20/2/2026).

Ketua Asrama Paniai, Nataniel Yogi, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang datang, termasuk dari Majelis Rakyat Papua Papua Barat Daya (MRP PBD). Melalui salah satu anggotanya, Bertha Gefilem, lembaga tersebut menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 2 juta yang diantar langsung ke lokasi duka.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Sumbangan ini sangat membantu dalam proses kedukaan,” ujar Yogi.

Menurut dia, penggalangan dana dilakukan secara sukarela tanpa penentuan nominal maupun batas waktu, sebagai bentuk solidaritas antar mahasiswa dan dukungan kemanusiaan.

Jeri Degei, senior IPMAPAN Sorong Raya, menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya menyampaikan surat permohonan sumbangan ke Kantor MRP Papua Barat Daya di Malawei, Kecamatan Sorong Manoi, Kamis (19/2) sekitar pukul 15.00 WIT. Surat tersebut diterima melalui bagian pelayanan tamu dan diteruskan kepada pimpinan.

Tak berselang lama, respons diberikan. Ketua MRP Papua Barat Daya, Alfons Kambu, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan bersifat sukarela dan tidak mengikat.

“Sumbangan sukarela tidak ditentukan besarannya dan tidak mengikat waktu. Ini bentuk perhatian kami,” ujar Alfons.

Ia menambahkan, setiap proposal yang diajukan masyarakat akan diterima dan diproses tanpa perbedaan perlakuan. Bantuan tersebut, kata dia, merupakan wujud empati lembaga terhadap mahasiswa yang tengah berduka.

Bagi mahasiswa Paniai di Sorong, dukungan itu bukan sekadar bantuan materi, melainkan simbol solidaritas yang menguatkan mereka di tanah rantau. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *