Rumah yang Hampir Roboh, Kini Kokoh Berkat Gotong Royong

SERANG, TirtaNews — Terik matahari siang itu tak menyurutkan langkah sejumlah prajurit TNI dan anggota Polri yang sibuk mengangkat bata, mencampur semen, dan merapikan dinding sebuah rumah di Desa Sukamenak, Kabupaten Serang, Selasa, 17 Februari 2026. Di sela suara cangkul dan adukan semen, sesekali terdengar tawa warga yang turut bergotong royong.
Pemandangan itu menjadi bagian dari kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar Kodim 0602/Serang. Melalui program tersebut, personel yang tergabung dalam satuan tugas TMMD merehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga setempat.
Tak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Seragam loreng dan cokelat membaur dengan pakaian sederhana warga. Mereka bekerja dalam ritme yang sama—menghadirkan hunian yang lebih layak bagi keluarga penerima bantuan.
Komandan Satuan Tugas TMMD Ke-127 Kodim 0602/Serang menyatakan, program rehabilitasi RTLH menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mempertegas sinergi TNI–Polri di luar tugas-tugas pengamanan.
“TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Bagi Ibu Asmi, salah satu penerima manfaat, perbaikan rumahnya menjadi harapan baru. Rumah yang sebelumnya berdinding rapuh dan atap bocor itu kini perlahan berdiri lebih kokoh.
“Saya sangat bersyukur dan terharu. Terima kasih kepada Bapak-bapak TNI dan Polri yang sudah membantu memperbaiki rumah kami,” kata Asmi dengan mata berkaca-kaca.
Warga sekitar pun ikut terlibat dalam proses pembangunan. Mereka membawa air, membantu mengangkat material, hingga menyediakan konsumsi sederhana bagi para pekerja. Gotong royong yang terjalin selama pengerjaan menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan sosial di desa tersebut.
Program TMMD ke-127 di Sukamenak menunjukkan bahwa pembangunan desa tak semata soal infrastruktur, tetapi juga tentang kehadiran negara di tengah masyarakat. Dari rumah yang sebelumnya nyaris tak layak huni, kini tumbuh bangunan yang lebih aman dan nyaman—menjadi penanda bahwa kebersamaan masih menjadi fondasi kuat dalam membangun desa. (Tati/Red)
