Perbaikan Jalan Palima–Boru Dipersoalkan, Kinerja UPTD Seragon Disorot

KOTA SERANG, TirtaNews – Kondisi Jalan Palima–Boru yang rusak dan berlubang kembali menuai keluhan warga. Ruas jalan yang berada di bawah kewenangan UPTD Serang–Cilegon (Seragon) Pemerintah Provinsi Banten itu dinilai tidak tertangani secara serius, meski perbaikan disebut telah berulang kali dilakukan.
Pantauan di lapangan, kerusakan tampak di sejumlah titik, terutama di sekitar kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) hingga simpang lampu merah Boru. Lubang jalan yang menganga dan permukaan aspal yang tergerus air dinilai membahayakan pengguna kendaraan, khususnya roda dua.
Dadan, 42 tahun, pengemudi mobil yang setiap hari melintas di jalur tersebut, mengaku tidak nyaman melintasi ruas itu. “Lubangnya sudah tidak terhitung, terutama dari depan KP3B sampai arah kanwil. Ini sangat berbahaya, apalagi untuk pengendara motor,” ujarnya kepada Tempo, Senin, 16 Februari 2026.
Menurut dia, perbaikan yang dilakukan selama ini tidak bertahan lama. Di beberapa titik, kata dia, kerusakan kembali muncul di lokasi yang sama. “Hotmix di dekat lampu merah Boru juga tergerus air yang keluar dari median jalan tanpa henti. Seolah-olah dibiarkan,” katanya.
Jalan Palima–Boru merupakan salah satu akses utama menuju kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Banten. Setiap hari, ruas tersebut dilintasi berbagai kendaraan, termasuk kendaraan dinas pejabat daerah.
Badru, pemerhati pembangunan di Banten, menilai semestinya jalan tersebut menjadi etalase kualitas infrastruktur provinsi. “Itu jalan yang hampir setiap hari dilewati gubernur, wakil gubernur, sekda, pimpinan DPRD. Harusnya jadi percontohan,” ujarnya.
Ia mempertanyakan efektivitas pemeliharaan yang dilakukan UPTD Seragon. Menurut dia, jika kerusakan terus berulang di titik yang sama, perlu evaluasi menyeluruh terhadap metode dan kualitas pekerjaan. “Jangan menunggu ada korban kecelakaan dulu baru serius ditangani,” kata Syamsul.
Sejumlah warga berharap Gubernur Banten turun tangan mengevaluasi kinerja UPTD Seragon. Mereka menilai penanganan yang terkesan lamban mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur strategis.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala UPTD Seragon, Cecep, belum dapat dimintai konfirmasi. Upaya menghubungi melalui telepon seluler tidak membuahkan hasil karena nomor yang bersangkutan tidak aktif.
Warga berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk penanganan sistem drainase di median jalan yang diduga menjadi penyebab aspal cepat rusak. Bagi mereka, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas, bukan sekadar tambal sulam berkala. (Az/Red)
