Rumah Ibu Asmi Hampir Rampung, TMMD 127 Jadi Harapan Baru

0
Rumah Ibu Asmi Hampir Rampung, TMMD 127 Jadi Harapan Baru
Views: 4

SERANG, TirtaNews — Ketukan palu dan derit gergaji terdengar bersahut-sahutan di Kampung Cadas Ngampar, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Ahad pagi, 15 Februari 2026. Di antara tumpukan pasir dan rangka kayu yang mulai tegak, Ibu Asmi berdiri memandangi rumahnya yang kini nyaris berubah wujud.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0602/Serang memasuki pekan kedua. Salah satu sasarannya adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Asmi. Hingga akhir pekan ini, pengerjaan disebut telah mencapai 70 persen.

Bagi Asmi, capaian itu bukan sekadar angka progres pembangunan. “Saya tidak menyangka bakal secepat ini. Dulu rumah saya sudah rapuh, kalau hujan sering bocor. Sekarang sudah hampir selesai,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Rumah yang sebelumnya berdinding lapuk dan beratap bocor itu kini tampak lebih kokoh. Bagian atap mulai terpasang rapi, plafon dalam tahap penyelesaian, dan lantai sebagian sudah dicor. Sejumlah personel satgas bersama warga bekerja bergantian sejak pagi, menuntaskan tiap detail bangunan.

Komandan Satuan Tugas TMMD Ke-127, Kolonel Arm Oke Kistiyanto, menyatakan percepatan pengerjaan menjadi prioritas agar manfaat dapat segera dirasakan warga. “Kami instruksikan seluruh personel bekerja maksimal dan efisien. Progres 70 persen ini berkat kerja sama solid antara satgas dan masyarakat,” katanya.

Namun bagi warga Cadas Ngampar, yang paling terasa bukan hanya percepatan fisik bangunan, melainkan suasana kebersamaan yang tumbuh. Sejumlah tetangga terlihat ikut membantu, dari mengangkat material hingga menyiapkan konsumsi sederhana bagi para pekerja.

Siti, tetangga Asmi, mengatakan gotong royong seperti ini sudah lama jarang terlihat. “Sekarang jadi sering kumpul lagi. Ada bapak-bapak TNI, warga juga ikut bantu. Rasanya kampung jadi lebih hidup,” ujarnya.

Cuaca yang tak menentu sempat menjadi kendala. Hujan turun beberapa kali dalam sepekan terakhir. Namun pekerjaan tetap berjalan dengan pengaturan waktu yang lebih fleksibel. “Kalau hujan deras, kami fokus ke pekerjaan dalam. Kalau reda, lanjut ke luar,” kata salah seorang anggota satgas di lokasi.

Program TMMD selama ini menyasar pembangunan infrastruktur dasar dan perbaikan rumah warga kurang mampu di berbagai daerah. Di Cikeusal, rehabilitasi RTLH menjadi salah satu prioritas karena masih banyak rumah warga yang belum memenuhi standar kelayakan hunian.

Bagi Asmi, perubahan rumahnya membawa harapan baru. Ia mengaku selama ini kerap khawatir saat musim hujan tiba. “Sekarang saya lebih tenang. Anak-anak juga nanti bisa tidur lebih nyaman,” katanya.

Dengan progres yang telah mencapai 70 persen, optimisme menyelesaikan rehabilitasi sebelum tenggat waktu kian menguat. Di tengah derap pembangunan itu, rumah sederhana Asmi menjadi simbol bagaimana program negara bersua dengan harapan warga—mengubah kekhawatiran menjadi rasa aman, dan menghadirkan kembali semangat gotong royong di sudut kampung. (Tati/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *