Milad ke-23, Gaido Travel Ubah Arah Bisnis ke Ekosistem Ekonomi Syariah

JAKARTA, TirtaNews — Gaido Travel tak sekadar menjual paket haji dan umrah. Perusahaan perjalanan religi ini mulai memposisikan diri sebagai penggerak ekosistem ekonomi syariah. Langkah itu ditegaskan dalam kunjungan pimpinan cabang Banjarmasin ke kantor pusat Graha Gaido di Jalan Kiyai Caringin, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Februari 2026.
Rombongan dari Kalimantan Selatan diterima langsung CEO Gaido Travel Muhammad Ghazi dan Founder Gaido Group M. Hasan Gaido. Pertemuan tersebut membahas tiga agenda strategis yang menjadi fondasi ekspansi bisnis perusahaan pada 2026: evaluasi layanan umrah, penguatan program Gaido Connected, dan momentum milad ke-23 perusahaan.
Agenda pertama adalah evaluasi Umrah Akbar Desember 2025. Manajemen menilai peningkatan kualitas layanan menjadi pekerjaan rumah utama di tengah persaingan biro perjalanan umrah yang kian ketat.
“Pelayanan prima adalah wajah perusahaan. Profesionalisme petugas menjadi kunci menjaga kepercayaan jemaah,” kata Ghazi dalam rapat tersebut.
Perusahaan berencana menggelar pelatihan intensif bagi petugas, mencakup standar hospitality haji dan umrah, manajemen krisis, pemahaman manasik komprehensif, serta etika pelayanan berbasis nilai syariah. Strategi ini dinilai penting untuk mempertahankan loyalitas jemaah sekaligus memperkuat reputasi merek.
Di industri perjalanan religi yang sensitif terhadap isu pelayanan dan keamanan dana, diferensiasi berbasis kualitas layanan menjadi penentu daya saing.
Yang menarik, pembahasan tak berhenti pada bisnis perjalanan. Cabang Banjarmasin menyatakan kesiapan menjalankan Program Gaido Connected—sebuah gerakan nasional yang menargetkan lahirnya satu juta pengusaha ekonomi syariah.
Program ini akan digerakkan melalui pelatihan kewirausahaan syariah, sinergi dengan UMKM lokal, penguatan pemasaran digital berbasis komunitas, serta optimalisasi jaringan alumni haji dan umrah.
Banjarmasin diproyeksikan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi syariah di Kalimantan Selatan. Basis jemaah yang telah terbangun selama bertahun-tahun dinilai sebagai modal sosial untuk membentuk ekosistem bisnis berbasis kepercayaan (trust-based economy).
Secara bisnis, strategi ini membuka peluang diversifikasi pendapatan di luar margin perjalanan umrah dan haji, sekaligus menciptakan captive market berbasis komunitas.
Milad ke-23 Gaido Travel yang jatuh pada 18 Februari 2026 dimaknai sebagai momentum konsolidasi dan ekspansi. Dalam dua dekade lebih, perusahaan membangun jaringan haji dan umrah nasional dengan pendekatan komunitas.
“Kita tidak hanya memberangkatkan jemaah, tetapi membangun peradaban ekonomi syariah,” ujar Hasan Gaido.
Semangat milad tahun ini mengusung tema Gaido Connected — Terkoneksi dengan Ekosistem Haji, yang menandai pergeseran orientasi perusahaan dari sekadar operator perjalanan menjadi penggerak ekosistem.
Sebagai bagian dari penguatan spiritual dan kepemimpinan, pimpinan cabang Banjarmasin Nadzar Yudha Rahman beserta keluarga dijadwalkan menunaikan Umrah Syawal. Manajemen menyebut langkah ini sebagai simbol komitmen menjaga ruh pelayanan dan kedekatan dengan Tanah Suci.
Dengan sinergi pusat dan cabang, serta penguatan sumber daya manusia dan jaringan komunitas, Gaido Travel menargetkan Banjarmasin menjadi motor Gaido Connected di Kalimantan Selatan. Jika strategi ini berjalan, Gaido berpeluang memperluas pijakan bisnisnya—dari biro perjalanan religi menjadi pemain utama dalam ekosistem ekonomi syariah nasional. (Az/Red)
