Wagub Banten Minta Porsi Transfer Keuangan Daerah Dinaikkan

TANGERANG, TirtaNews — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma meminta pemerintah pusat mempertimbangkan peningkatan persentase Transfer Keuangan Daerah (TKD) untuk Provinsi Banten. Menurut dia, peningkatan porsi transfer diperlukan untuk memperkuat pembiayaan pembangunan daerah.
“Pemerintah pusat setidaknya bisa mengalokasikan 5 persen dari pendapatan pajak yang berasal dari Provinsi Banten. Permintaan 5 persen itu wajar,” kata Dimyati seusai menghadiri Taxpayer Gathering dan Taxpayers Charter 2026 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Provinsi Banten di Kota Tangerang, Selasa, 10 Februari 2026.
Dimyati menyebutkan, penerimaan pajak negara dari wilayah Provinsi Banten pada 2025 mencapai Rp70,24 triliun. Namun, dana transfer yang diterima Pemerintah Provinsi Banten dari pemerintah pusat saat ini hanya sekitar Rp2 triliun.
Menurut dia, TKD memiliki peran strategis dalam struktur fiskal daerah, terutama untuk memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan dukungan fiskal yang memadai, program pembangunan dapat dijalankan secara optimal. “Kalau fiskalnya kuat, Banten bisa berlari kencang,” ujarnya.
Dimyati juga optimistis pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada 2026 akan meningkat. Ia menilai, peningkatan pertumbuhan ekonomi akan berdampak langsung pada kenaikan penerimaan pajak negara.
Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan daerah agar iklim usaha tetap kondusif. Kondisi tersebut, kata dia, penting untuk memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam berinvestasi dan mengembangkan bisnis. “Kalau pertumbuhan ekonomi naik dan iklim usaha kondusif, masyarakat juga akan membayar pajak dengan senang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Provinsi Banten Aim Nursalim Saleh mengatakan, pihaknya mencatat penerimaan pajak negara di wilayah Banten pada 2025 sebesar Rp70,24 triliun. Untuk 2026, Kanwil DJP Banten menargetkan penerimaan pajak mencapai Rp94,071 triliun. “Target tersebut meningkat sekitar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal menyatakan optimistis target penerimaan pajak di Provinsi Banten dapat tercapai. Menurut dia, kinerja dan prospek pertumbuhan ekonomi Banten masih cukup kuat. “Analisis kami menunjukkan perekonomian Banten akan terus meningkat tahun ini,” katanya. (Aep/Red)
