Pembuangan Limbah di Buang ke Saluran Air Warga, SPPG di Patia Dikeluhkan Warga,

0
Pembuangan Limbah di Buang ke Saluran Air Warga, SPPG di Patia Dikeluhkan Warga,
Views: 5

Tirtanews co.id, Pandeglang, Banten – Pengolahan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengelola limbah cair organik, lemak, dan minyak guna mencegah pencemaran lingkungan. Hal itu mutlak karena setiap SPPG, diharuskan memiliki sistem IPAL yang sesuai standar teknis mencakup pemisahan lemak (Grease Trap) dan pengolahan biologis, sebagai syarat mutlak sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Namun berbalik dengan apa yang di temukan di SPPG yang terletak di Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hasil pemantauan di lokasi, pembuangan limbah cair organik, lemak dan minyak, dibuang ke saluran air warga melalui pipa paralon diduga, tanpa melalui proses sistem sedimentasi atau pengendapan dan pengolahan biologis (Aerob atau Anaerob-Red) untuk menguraikan organik.

“Kami juga sudah beberapa kali memohon kepada SPPG agar pembuangan air limbah diperhatikan, supaya tidak berbau,” ungkap salah satu warga ibu rumah tangga, yang enggan namanya disebutkan, Senin (09/02/2026).

Sebelum ada SPPG ini, lanjutnya air di saluran air tidak berbau, biasa saja. Setelah ada SPPG ini sekarang air nya berubah jadi hitam dan sangat berbau. Bahkan, sampai rembes ke sumur air di rumah saya. “Saya sudah memohon berapa kali, tapi sampai sekarang tidak ditanggapi,” imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan oleh warga masyarakat lainnya. Menurut mereka, mereka terganggu dengan adanya aroma bau di lingkungan mereka. “Bau airnya juga hitam, coba harus gimana kami sangat terganggu,” ujar mereka.

Sementara itu, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surianeun hingga berita ditayangkan tidak menjawab konfirmasi wartawan. (M4n/02/**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *