MAPALA GEMPA Unbaja Tanam Mangrove di Pantai Gope Kota Serang

KOTA SERANG, TirtaNews — Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) GEMPA (Gerakan Mahasiswa Pelestari Alam) Universitas Banten Jaya (UNBAJA) melaksanakan ekspedisi penanaman mangrove di kawasan Pantai Gope, Karangantu, Kasemen, Kota Serang. Kegiatan ini menjadi bagian dari ekspedisi anggota sekaligus kaderisasi lanjutan organisasi, dengan penekanan pada pembentukan karakter, kepekaan sosial, dan tanggung jawab ekologis. Senin (9/2/2026).
Penanaman mangrove dilakukan sebagai respons atas kondisi pesisir yang kian terancam abrasi, degradasi ekosistem, serta tekanan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Mangrove dinilai memiliki peran strategis sebagai pelindung alami pesisir sekaligus penyangga kehidupan masyarakat sekitar.
Ketua Umum MAPALA GEMPA UNBAJA, Irvan “Petruk”, mengatakan ekspedisi ini bukan sekadar kegiatan lapangan, melainkan proses pembentukan kader yang berpihak pada alam dan rakyat. “Ini adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa pecinta alam. Kaderisasi lanjutan menuntut anggota tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap krisis lingkungan,” ujarnya.
Menurut dia, kerusakan pesisir merupakan ancaman nyata bagi masyarakat, sehingga mahasiswa tidak boleh bersikap pasif.
Ketua Pelaksana kegiatan, Naiyah Anindya “Gampar”, menambahkan bahwa ekspedisi dirancang sebagai aksi nyata, bukan simbolik. “Kami turun langsung, melihat kondisi lapangan, dan bertindak. Penanaman mangrove di Pantai Gope Karang Antu menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif dan menanamkan nilai tanggung jawab serta keberlanjutan kepada setiap kader,” katanya.
Melalui ekspedisi ini, MAPALA GEMPA UNBAJA berharap kader yang lahir tidak hanya memahami isu lingkungan secara teoritis, tetapi juga memiliki komitmen untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian. Kegiatan tersebut juga diharapkan mendorong perhatian lebih serius dari berbagai pihak terhadap perlindungan kawasan pesisir di Kota Serang. (Az/Red)
