Menjelang TMMD, Kodim Serang Mulai Benahi Rutilahu di Sukamenak

0
Menjelang TMMD, Kodim Serang Mulai Benahi Rutilahu di Sukamenak

Oplus_131072

Views: 18

SERANG, TirtaNews — Menjelang pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 0602/Serang mulai merehabilitasi rumah warga miskin di Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. Sebanyak 10 rumah tidak layak huni menjadi sasaran kegiatan pra-TMMD yang dimulai sejak Minggu, 8 Februari 2026.

Salah satu penerima manfaat adalah Sukenah, 85 tahun, warga lanjut usia yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah rapuh dengan atap bocor dan dinding yang tidak lagi kokoh. Kondisi rumah tersebut membuat aktivitas dasar, seperti memasak, kerap terganggu ketika hujan turun.

Komandan Kodim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto mengatakan, rehabilitasi rumah menjadi bagian dari upaya TNI menjawab persoalan kesejahteraan di desa. Menurut dia, TMMD tidak semata-mata diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Rumah yang layak adalah kebutuhan mendasar. Melalui TMMD, kami berupaya membantu masyarakat yang selama ini luput dari jangkauan pembangunan,” kata Oke Kistiyanto.

Pelaksanaan rehabilitasi dilakukan secara gotong royong oleh personel TNI bersama warga setempat. Model kerja tersebut, menurut Kodim, ditujukan untuk mempercepat pengerjaan sekaligus memperkuat relasi sosial antara aparat dan masyarakat.

TMMD ke-127 Kodim 0602/Serang dijadwalkan dibuka secara resmi pada 10 Februari 2026. Program ini menargetkan pembangunan infrastruktur desa, seperti perbaikan rumah dan sarana umum, serta kegiatan nonfisik yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Rabi’in, anak Sukenah, rehabilitasi rumah ibunya menjadi jawaban atas kondisi yang selama ini mereka hadapi. Ia mengatakan, atap rumah yang bocor sering memaksa orangtuanya tidak bisa memasak.

“Abdi (saya-red) banyak berterimakasih kepada pemerintah yang mau ngabangun rumah ibu saya, kalau mau masak juga kehujanan teu jadi masakna, karena rumahna bocor, jadi komporna kahujanan teu bisa masak. Ari masak mah kadang masak di kompor kadang di Hawu (tungku-red), ” ungkap Rabi’in. (Tati/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *