Muspasmee VIII Stasi Eyagitaida Ditutup, Peran Anak Muda Menguat

0
Muspasmee VIII Stasi Eyagitaida Ditutup, Peran Anak Muda Menguat
Views: 30

PANIAI, TirtaNews — Musyawarah Pastoral Stasi Daida Eyagitaida (Muspasmee) ke-VIII resmi ditutup melalui ibadah syukuran yang dirangkaikan dengan tradisi bakar batu di Kampung Komopa, Distrik Aradide Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Sabtu, 7 Februari 2026.

Ketua Panitia Muspasmee VIII, Demian Degei, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pelayanan gereja sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Menurut Demian, sejak pembentukan kepanitiaan pada Januari hingga Februari 2026, peran anak muda menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan Muspasmee kali ini. Ia menilai keterlibatan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Paniai, yakni “Anak Muda Cepat dan Gerak”.

“Kami dipercaya memimpin kepanitiaan Muspasmee VIII Stasi St. Yohanes Daida Eyagitaida. Sejak awal, kami berkomitmen melibatkan anak muda secara aktif agar gereja tetap hidup dan relevan,” kata Demian saat ditemui di Paniai, Selasa, 10 Februari 2026.

Acara penutupan Muspasmee VIII turut dihadiri Bupati Paniai sebagai tamu kehormatan. Rangkaian kegiatan ditandai dengan ibadah syukur, makan bersama melalui tradisi bakar batu, serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan.

Muspasmee VIII dilaksanakan di wilayah Stasi Daida Eyagitaida, Komopa, Aradide, dengan melibatkan umat dari Stasi Daida Eyagitaida Dokukiyaida di Distrik Topiyai. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti diskusi pastoral, pelayanan umat, serta perumusan arah pelayanan gereja ke depan.

Demian menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Muspasmee VIII, baik dalam bentuk moril maupun materiil. Dukungan tersebut datang dari pemerintah daerah, aparat Distrik Topiyai, para kepala kampung, pemuda pengawal distrik, serta sejumlah tokoh masyarakat dan intelektual.

Pemerintah Kabupaten Paniai juga memberikan bantuan sosial berupa 30 karung beras serta bahan makanan dan perlengkapan lainnya untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Muspasmee VIII ini dilaporkan dibuka secara resmi oleh Uskup Timika pada awal 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan pelayanan pastoral, dialog bersama umat, serta konsolidasi gereja di wilayah Distrik Topiyai.

“Hasil Muspasmee ini diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan gereja dan memperkuat persatuan umat di Paniai,” ujar Demian. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *