Salah Tulis Jabatan di Surat Dindikbud Banten, Aktivis Soroti Mutu Administrasi

0
Salah Tulis Jabatan di Surat Dindikbud Banten, Aktivis Soroti Mutu Administrasi
Views: 23

SERANG, TirtaNews — Kesalahan penulisan jabatan “Sekertaris” dalam surat resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten memantik kritik dari kalangan aktivis. Dokumen tertanggal 29 Januari 2026 yang ditandatangani Pelaksana Tugas Sekretaris Dindikbud Banten itu dinilai mencerminkan lemahnya disiplin tata naskah dinas di instansi strategis pemerintah daerah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bentuk baku jabatan tersebut adalah “Sekretaris”. Kesalahan ejaan itu terjadi pada surat resmi yang beredar ke sejumlah pihak di lingkungan pendidikan.

Juru Bicara Koalisi Aktivis Banten Maju, Ari Cahyadi, mengatakan kekeliruan tersebut tidak dapat dipandang sebagai kesalahan sepele. Menurut dia, kesalahan elementer dalam dokumen formal menunjukkan rendahnya standar profesionalisme birokrasi.

“Ini surat resmi dari lembaga yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan. Jika penulisan jabatan saja keliru, publik berhak mempertanyakan kualitas tata kelola administrasi dan kebijakan yang mereka hasilkan,” kata Ari, Senin.

Ia menilai Dindikbud seharusnya menjadi contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama karena instansi tersebut membina sekolah, guru, dan tenaga pendidik di seluruh Provinsi Banten.

Menurut Ari, kesalahan itu mengindikasikan lemahnya pengawasan internal serta rendahnya budaya ketelitian dalam birokrasi pemerintahan daerah. Ia meminta Gubernur Banten segera melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat pelaksana di lingkungan Dindikbud.

Koalisi Aktivis Banten Maju juga mendesak adanya pembenahan menyeluruh terhadap sistem administrasi dinas agar kesalahan serupa tidak terus berulang dan tidak menggerus kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan daerah.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten belum memberikan keterangan resmi terkait kesalahan penulisan tersebut. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *