Dinkes Paniai Buka Posko Kesehatan Muspasmee VIII di Komopa

PANIAI, TirtaNews — Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai menyiapkan posko pelayanan kesehatan untuk mendukung pelaksanaan Musyawarah Pastoral Paroki (Muspasmee) ke-VIII yang akan berlangsung pada 1–9 Februari 2026 di Paroki Komopa, Dekanat Paniai, Keuskupan Timika.
Posko tersebut disiapkan guna memastikan kesehatan peserta dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan keagamaan yang diperkirakan diikuti ratusan umat dari berbagai wilayah.
Ketua Tim Posko Kesehatan Dinkes Paniai Maria Nawipa mengatakan seluruh logistik medis telah dikirim ke lokasi sejak Rabu, 28 Januari 2026.
“Kami menyiapkan obat-obatan serta peralatan pemeriksaan kesehatan secara lengkap untuk mendukung pelayanan selama Muspasmee berlangsung,” kata Maria.
Menurut dia, layanan kesehatan yang disediakan meliputi pemeriksaan malaria menggunakan rapid diagnostic test, pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol. Petugas medis juga disiagakan untuk penanganan cepat apabila ditemukan gangguan kesehatan.
Selain pemeriksaan umum, posko kesehatan memberikan layanan gratis berupa pemberian vitamin A bagi bayi, balita, serta ibu nifas guna menjaga daya tahan tubuh selama kegiatan berlangsung.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Paniai Beny Degei menilai keberadaan posko kesehatan penting untuk mencegah risiko penyakit menular dalam kegiatan berskala besar.
“Pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah diakses menjadi kunci agar tidak terjadi kasus kesehatan massal selama Muspasmee,” ujar Beny.
Ia berharap dukungan kesehatan tersebut dapat memastikan seluruh peserta mengikuti kegiatan dalam kondisi prima sehingga agenda pastoral berjalan lancar.
Ketua Panitia Muspasmee VIII Yunus Kadepa mengatakan panitia telah berkoordinasi resmi dengan Dinas Kesehatan terkait penggunaan posko selama kegiatan berlangsung.
“Kami siap mematuhi seluruh prosedur demi keselamatan dan kenyamanan peserta,” kata Yunus.
Muspasmee VIII merupakan forum pastoral paroki yang bertujuan memperkuat pembinaan iman serta keterlibatan umat dalam pelayanan gereja dan masyarakat. (Jeri/Red)
