Perempuan LIRA Dikukuhkan, Dorong Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

0
Perempuan LIRA Dikukuhkan, Dorong Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan
Views: 18

BOGOR, TirtaNews — Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mengukuhkan kepengurusan DPP Perempuan LIRA dalam sebuah acara di Ballroom Hotel The Tavia Riverside Resort and Convention, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 17 Januari 2026. Pengukuhan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengesahan sejumlah organ organisasi LIRA lainnya.

Presiden LIRA Andi Syafrani memimpin langsung pengukuhan yang juga mencakup Pemuda LIRA, Jaring Mahali, Lembaga Advokasi dan Hukum LIRA, Brigade LIRA, serta Koperasi LIRA Sejahtera. Acara ini turut dihadiri jajaran Wakil Presiden LIRA, Sekretaris Kabinet LIRA, serta Ketua Dewan Pertimbangan Presiden LIRA.

Andi Syafrani mengatakan, pembentukan dan pengukuhan Perempuan LIRA merupakan bagian dari penguatan peran strategis perempuan dalam pengawasan kebijakan publik, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan nasional yang berkeadilan serta berkelanjutan. Menurut dia, perempuan memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sosial, politik, dan ekonomi.

“Perempuan LIRA diharapkan menjadi kekuatan yang konsisten mengawal isu-isu strategis, seperti perlindungan perempuan dan anak, keadilan sosial, pendidikan, kesehatan, serta transparansi dan akuntabilitas kebijakan publik,” kata Andi dalam sambutannya.

Ketua DPP Perempuan LIRA yang baru dikukuhkan, Yunithia Samsudin, menyatakan komitmennya menjadikan organisasi tersebut sebagai ruang perjuangan kolektif perempuan yang inklusif dan progresif. Ia menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

“Kami akan mengembangkan Perempuan LIRA sampai ke daerah-daerah untuk mendorong partisipasi perempuan di berbagai bidang sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia perempuan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Yunithia.

Menurut Yunithia, Perempuan LIRA juga akan menjalankan program strategis bertajuk Kebudayaan sebagai Garda Terdepan Pertahanan dan Keamanan Nasional.

Program ini menempatkan kebudayaan dan pemberdayaan perempuan sebagai kekuatan pertahanan nonmiliter melalui penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal dan pelestarian identitas bangsa.

Ia menekankan Tanah Papua dipilih sebagai titik awal gerakan tersebut. Papua, yang berada di ujung timur Indonesia, dipandang sebagai simbol kebangkitan dan harapan baru. “Seperti matahari yang terbit dari timur, perubahan dan kesejahteraan diharapkan bergerak menyinari seluruh Nusantara,” kata Yunithia.

Sejumlah tokoh dari Tanah Papua turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Sekretaris Jenderal DPP Perempuan LIRA Esther Maitindom, perwakilan Majelis Rakyat Papua Selatan Katarina Mariana Yaas, serta anggota DPR Papua Selatan Hj. Al Maratus Solikah. Mereka menyatakan dukungan terhadap agenda pemberdayaan perempuan yang diusung Perempuan LIRA.

Pengukuhan ini menandai langkah awal Perempuan LIRA dalam menjalankan program advokasi dan pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah Indonesia, dengan Papua sebagai episentrum gerakan. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *