Kongres Partai Buruh Dinilai Perkuat Konsolidasi di Papua Tengah

0
Kongres Partai Buruh Dinilai Perkuat Konsolidasi di Papua Tengah
Views: 18

JAKARTA, TirtaNews — Wakil Ketua Executive Committee Dewan Pimpinan Wilayah Partai Buruh Provinsi Papua Tengah, Menase Ugedi Degei, menilai Kongres Partai Buruh ke-V menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan semangat kader di wilayah Papua Tengah.

Kongres yang digelar di Mall Sports Kelapa Gading, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026, disebut memberikan dorongan baru bagi pengurus partai di tingkat provinsi maupun kabupaten dalam menyusun strategi politik ke depan.

“Menurut kami, Kongres Partai Buruh yang kelima ini memberi spirit baru bagi seluruh pengurus, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten,” kata Menase usai menghadiri kongres.

Menase mengatakan, Partai Buruh Papua Tengah akan memfokuskan strategi politik pada penguatan basis dukungan dengan merangkul berbagai komunitas dan serikat pekerja. Di antaranya serikat nelayan, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), serta kelompok masyarakat akar rumput lainnya.

Menurut dia, pendekatan tersebut bertujuan memperluas dukungan sekaligus memastikan agenda kesejahteraan yang diusung Partai Buruh dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Strategi kami adalah merangkul semua komunitas dan serikat agar cita-cita negara sejahtera bisa dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Selain penguatan basis massa, Menase menekankan pentingnya konsolidasi organisasi secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga ke akar rumput. Partai Buruh Papua Tengah, kata dia, akan membentuk komunitas di tingkat RT dan kelurahan untuk memperkokoh struktur organisasi.

“Konsolidasi akan dilakukan sampai ke tingkat bawah agar solid dalam pencapaian hasil dan memperoleh dukungan penuh dari masyarakat,” katanya.

Partai Buruh Papua Tengah juga berencana memperluas kekuatan dengan membentuk dan merangkul sayap organisasi dari berbagai sektor pekerja. Menase menyebut serikat buruh di lingkungan perusahaan besar, seperti Freeport, SBSI, dan SPMP, serta organisasi buruh yang dibentuk oleh putra-putri Papua menjadi bagian dari target konsolidasi.

Selain itu, partainya berencana membentuk organisasi sayap khusus bagi pendulang rakyat kecil di sektor industri dan pertambangan tradisional. Menurut Menase, kelompok tersebut membutuhkan perlindungan hukum yang lebih kuat.

“Masyarakat kecil yang hidup dari mendulang perlu perlindungan. Karena itu, kami akan membentuk Serikat Pendulang Rakyat Kecil di Papua Tengah,” ujarnya.

Dalam agenda politik ke depan, Menase optimistis Partai Buruh dapat meningkatkan perolehan kursi legislatif di Papua Tengah. Ia menargetkan perolehan 20 hingga 50 kursi di tingkat kabupaten pada pemilu mendatang.

“Pada Pemilu 2024 kami bekerja dalam waktu yang singkat, tetapi tingkat kepercayaan masyarakat cukup baik. Ke depan kami siap bekerja penuh selama lima tahun,” kata Menase.

Menase juga menegaskan sikap Partai Buruh Papua Tengah yang tetap mendukung sistem pemilu langsung. Ia menyatakan masyarakat Papua menolak sistem pemilihan yang dilakukan oleh DPR.

“Pemilu harus dipilih langsung oleh rakyat. Masyarakat harus diberi hak penuh untuk menentukan pilihannya,” ujarnya. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *