Dinkes Paniai Buka Operasi Katarak Gratis, Targetkan 500 Pasien

PANIAI, TirtaNews — Pemerintah Kabupaten Paniai melalui Dinas Kesehatan membuka pendaftaran pengobatan dan operasi katarak gratis bagi masyarakat Paniai dan wilayah sekitarnya di Provinsi Papua Tengah. Program ini ditujukan untuk menekan angka gangguan penglihatan dan kebutaan akibat katarak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai Farialice Y. Tatogo mengatakan, saat ini program tersebut telah memasuki tahap pendaftaran dan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. “Kami mengharapkan kesadaran masyarakat, khususnya penderita katarak, untuk segera mendaftarkan diri,” kata Farialice, Senin, 19 Januari 2026.
Menurut Farialice, katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan tampak buram atau berkabut.
Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dengan obat tetes maupun kacamata. “Satu-satunya pengobatan yang efektif adalah melalui operasi dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa buatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendaftaran menjadi tahapan awal sebelum dilakukan pemeriksaan mata untuk menentukan tingkat keparahan katarak dan kondisi pasien. Setelah itu, pasien yang memenuhi syarat akan menjalani operasi, disertai perawatan pascaoperasi, termasuk pemberian obat tetes mata dan kontrol rutin.
Dinas Kesehatan Paniai menargetkan sedikitnya 500 pasien dari wilayah Paniai agar program ini dapat berjalan optimal. “Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat dan kualitas hidup penderita agar bisa kembali beraktivitas secara mandiri,” kata Farialice.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Paniai Beny Degei menyebutkan, katarak merupakan penyakit tidak menular yang cukup banyak diderita masyarakat Paniai. Karena itu, pemerintah kabupaten hingga Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus terhadap program ini.
“Program pencegahan tetap berjalan setiap tahun, tetapi kali ini penanganan katarak menjadi prioritas karena jumlah penderitanya cukup tinggi,” kata Beny.
Beny menekankan pentingnya deteksi dan pencegahan sejak dini. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan pada mata untuk segera mendaftarkan diri di fasilitas kesehatan terdekat. Formulir pendaftaran, kata dia, telah didistribusikan ke 31 puskesmas di Kabupaten Paniai.
“Masyarakat bisa mendaftar di puskesmas wilayah kerja masing-masing, di Dinas Kesehatan melalui Bidang P2P, maupun di rumah sakit. Pendaftaran akan ditutup dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Data calon pasien akan direkap dan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan, sambil menunggu jadwal pemeriksaan dan pelaksanaan operasi yang direncanakan berlangsung di Rumah Sakit Madi, Paniai Timur.
Melalui program ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai berharap masyarakat dapat memperoleh kembali penglihatan yang lebih baik serta terhindar dari kebutaan permanen. (Jeri/Red)
