Wabup Serang Minta Guru Sesuaikan Pola Komunikasi dengan Generasi Alpha

0
Wabup Serang Minta Guru Sesuaikan Pola Komunikasi dengan Generasi Alpha
Views: 23

SERANG, TirtaNews — Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengajak para guru memperkuat pola komunikasi pembelajaran yang sesuai dengan karakter generasi alpha, yakni anak-anak yang lahir mulai 2010 hingga sekitar 2024. Menurut dia, pemahaman terhadap karakter peserta didik menjadi kunci keberhasilan proses belajar-mengajar.

“Generasi alpha sangat akrab dengan dunia digital. Mereka terbiasa dengan hal-hal yang serba instan dan memiliki kepedulian tinggi terhadap konten digital,” kata Najib Hamas, Sabtu, 17 Januari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Najib usai menjadi pembicara kunci dalam Seminar Pendidikan bagi Guru Bimbingan Konseling SD dan SMP yang diselenggarakan Nurul Fikri Boarding School di Aula Tb. Suwandi.

Najib mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Guru dituntut mampu mengintegrasikan teknologi secara bijak dalam pembelajaran serta meningkatkan kapasitas dalam menyusun narasi dan konteks pembelajaran agar mudah dipahami peserta didik.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perubahan peran guru dalam proses pendidikan. “Seorang pendidik harus menurunkan egonya dan mulai berposisi sebagai pendamping. Dengan begitu, pola komunikasi dengan anak didik bisa lebih akrab,” ujarnya.

Menurut Najib, generasi alpha umumnya telah dibekali pengetahuan luas melalui akses digital dan terhubung dengan dunia global. Karena itu, kurikulum yang diamanatkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan perlu dikemas dan disampaikan dengan pola komunikasi yang tepat dan persuasif.

Sementara itu, Manajer Humas Pondok Pesantren Nurul Fikri Boarding School Serang, Hari Untung Maulana, mengatakan seminar tersebut diharapkan dapat membekali para guru dalam mendampingi generasi alpha agar kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan sosial.

“Anak-anak sekarang sudah sangat terpapar gawai. Harapannya, mereka bisa kembali ke lingkungan sosial yang nyata, mengenal tetangga, berinteraksi dengan keluarga, dan bermain bersama teman-temannya,” kata Hari.

Ia berharap materi yang disampaikan para narasumber dapat membantu guru mendorong peserta didik untuk membangun hubungan sosial yang lebih sehat, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (Yuli/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *