Musrenbang RKPD 2027 Cigoong Prioritaskan Infrastruktur dan Pemberdayaan

0
Musrenbang RKPD 2027 Cigoong Prioritaskan Infrastruktur dan Pemberdayaan
Views: 61

KOTA SERANG, TirtaNews — Pemerintah Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, memfokuskan usulan pembangunan pada sektor sarana prasarana serta pemberdayaan masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Kelurahan Cigoong, Rabu, 7 Januari 2026.
Musrenbang tingkat kelurahan ini menjadi forum tahunan untuk menjaring aspirasi masyarakat sebelum dibahas secara berjenjang hingga tingkat kota. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan kalam Ilahi.

Musrenbang dihadiri Camat Walantaka Muslim Sholeh, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Opa Nurusopa, tim monitoring Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kota Serang, unsur TNI dan Polri, tenaga kesehatan, serta perwakilan RT, RW, dan tokoh masyarakat.

Lurah Cigoong Windy Jatmiko mengatakan Musrenbang merupakan agenda wajib tahunan untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat. Seluruh usulan yang disepakati akan dimasukkan ke dalam aplikasi perencanaan daerah sebelum diajukan ke tahapan berikutnya.

“Semua usulan masyarakat akan kami input ke dalam sistem perencanaan. Namun, kami berharap masyarakat memahami keterbatasan anggaran sehingga tidak semua usulan dapat direalisasikan,” kata Windy.

Musrenbang secara resmi dibuka oleh Camat Walantaka Muslim Sholeh. Ia menegaskan bahwa Musrenbang memiliki landasan hukum yang kuat dan menjadi instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Usulan harus benar-benar prioritas. Setiap kelurahan maksimal mengajukan sepuluh usulan yang nantinya akan disaring kembali di tingkat kecamatan,” ujar Muslim.

Menurut dia, Kecamatan Walantaka yang terdiri dari 14 kelurahan menampung sekitar 140 usulan setiap tahun. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang dapat diteruskan ke tingkat kota sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.

Tim monitoring Baperida Kota Serang, Helmi Muhammad Ilyasa, menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat kelurahan merupakan fondasi awal penyusunan RKPD. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat, meskipun hasil akhirnya tetap menyesuaikan kebijakan dan anggaran daerah.

Sementara itu, narasumber dari DPUPR Kota Serang, Opa Nurusopa, memaparkan peran DPUPR dalam pembangunan infrastruktur daerah, termasuk jalan, jembatan, dan penataan ruang. Ia juga mendorong masyarakat menyampaikan usulan yang berdampak langsung dan berkelanjutan.

Musrenbang ditutup dengan sesi tanya jawab serta penandatanganan berita acara hasil kesepakatan yang akan dimasukkan ke dalam sistem perencanaan daerah. (Maryono/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *