Himaguna Desak DLH Lebak Tuntaskan “Darurat Sampah” di Gunungkencana

0
Himaguna Desak DLH Lebak Tuntaskan “Darurat Sampah” di Gunungkencana

Oplus_131072

Views: 30

LEBAK, TirtaNews – Himpunan Mahasiswa Gunungkencana (Himaguna) kembali turun ke jalan dalam aksi gerakan simbolik jilid II pada Senin (05/01). Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap pembiaran tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Gunungkencana yang berlokasi di bahu jalan utama, yang kini kondisinya telah mencapai titik kritis.

Kekecewaan mahasiswa memuncak akibat minimnya respons nyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak. Padahal, telah terjalin Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Desa Gunungkencana dengan DLH terkait jadwal pengangkutan sampah empat kali dalam sebulan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan tumpukan sampah tetap meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu kesehatan serta estetika lingkungan.

“Sampah terus menumpuk dan meluber ke jalan. MoU itu seolah hanya di atas kertas karena frekuensi pengangkutan tidak sebanding dengan volume sampah yang masuk. Kami kecewa karena DLH tampak menutup mata atas kondisi ini,” ujar Pahru Roji, Ketua Himaguna.

Persoalan semakin kompleks karena lokasi TPSS yang berada di pinggir jalan utama membuatnya mudah diakses oleh “masyarakat liar” dari luar desa untuk membuang sampah di sana. Akibatnya, kapasitas TPSS yang merupakan aset desa tersebut tidak pernah mencukupi beban volume sampah yang masuk setiap harinya.

Atas kondisi darurat ini, Himaguna secara resmi membawa tiga tuntutan utama kepada pemerintah daerah:

  1. Relokasi TPSS: Mendesak DLH Lebak untuk membangun TPSS baru yang representatif, menjauh dari bahu jalan utama, dan memiliki akses yang layak bagi masyarakat Kecamatan Gunungkencana.
  2. Evaluasi Kinerja: Menuntut transparansi dan konsistensi realisasi pengangkutan sampah sesuai kesepakatan yang telah dibuat.
  3. Solusi Pengelolaan Terintegrasi: Meminta pemerintah menyediakan sistem pengelolaan sampah jangka panjang agar tidak ada lagi pembuangan sampah sembarangan di fasilitas umum.

Himaguna menegaskan bahwa aksi simbolik ini adalah peringatan terakhir. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari DLH Kabupaten Lebak, mahasiswa mengancam akan membawa massa yang lebih besar ke pusat pemerintahan Kabupaten Lebak.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Jika aspirasi masyarakat Gunungkencana terus diabaikan, kami akan melakukan aksi massa yang lebih besar langsung ke pusat pemerintahan. Gunungkencana bukan tempat sampah!” tegas Ahlan, koordinator lapangan aksi tersebut. (Ridwan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *