Kodim 0623/Cilegon Bergerak Cepat Tangani Banjir dan Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah

CILEGON, TirtaNews – Kodim 0623/Cilegon mengambil peran utama dalam pengendalian lapangan menyikapi banjir dan pohon tumbang yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Cilegon akibat hujan dengan intensitas tinggi, Jumat, 2 Januari 2026, sejak pukul 17.30 WIB hingga malam hari.
Bencana banjir tercatat terjadi di enam titik, dengan ketinggian air berkisar 40 sentimeter hingga 1 meter, meliputi Jalan Lingkar Ciwandan, Kelurahan Semang Raya, Kelurahan Cibeber Desa Sambirata, Desa Kubangsari, Perumahan PCI Cibeber, dan Kelurahan Kalitimbang. Kondisi tersebut dipicu oleh luapan sungai, drainase yang terbatas, serta sumbatan saluran air, yang berdampak langsung pada aktivitas warga dan akses jalan.
Merespons cepat situasi tersebut, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori,S.H.,M.I.P., langsung mengerahkan Babinsa di wilayah terdampak untuk monitoring, pendampingan warga, dan evakuasi terbatas, sekaligus memastikan kondisi keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terkendali.
Di beberapa lokasi, warga memilih keluar rumah secara mandiri sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir susulan.
Dalam penanganan kejadian, Kodim 0623/Cilegon menjadi simpul koordinasi lintas sektor, dengan menjalin sinergi aktif bersama Polres Cilegon, BPBD Kota Cilegon, serta unsur Forkopimcam. Upaya ini difokuskan pada pembukaan akses jalan, penanganan pohon tumbang, dan percepatan normalisasi aktivitas warga.
Selain pengerahan personel di lapangan, Dandim 0623/Cilegon bersama unsur Forkopimda turun langsung meninjau warga terdampak, memastikan bantuan dan langkah penanganan berjalan efektif serta tepat sasaran.
Berkat langkah cepat dan koordinasi yang solid, sejumlah ruas jalan yang sempat tergenang kini telah dapat dilalui, sementara pohon tumbang di Kampung Turus, Kecamatan Cinangka, serta di jalur Krenceng–Ciwandan depan PT KTI, berhasil ditangani sehingga arus lalu lintas kembali normal.
Hingga saat ini, Kodim 0623/Cilegon tetap melakukan pemantauan intensif di seluruh titik rawan sebagai langkah antisipatif terhadap banjir susulan, seiring dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan. (Dd/Red)
