Susuri Banjir Cinangka, Bupati Serang Salurkan Makanan Siap Saji

0
Susuri Banjir Cinangka, Bupati Serang Salurkan Makanan Siap Saji
Views: 60

SERANG, TirtaNews — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meninjau langsung lokasi banjir yang merendam sekitar 250 rumah warga di Kampung Kajeroan, Desa Ranca Sanggal, Kecamatan Cinangka, Ahad, 21 Desember 2025. Banjir dengan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa itu dipicu intensitas hujan tinggi serta meluapnya rawa dan danau di sekitar permukiman.

Mengenakan kaus biru, celana kargo hitam, dan sandal, Ratu Zakiyah—sapaan Ratu Rachmatuzakiyah—tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB. Ia terlebih dahulu menyambangi tenda pengungsian di Kampung Pabuaran untuk menyapa warga dan membagikan makanan siap saji, susu, serta mi instan.

Usai dari tenda pengungsian, Ratu Zakiyah menyusuri kawasan yang masih tergenang banjir. Sejak Rabu malam, 17 Desember 2025, ratusan rumah di Kampung Kajeroan terendam. Sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing meski aktivitas sehari-hari menjadi terbatas.

Didampingi Pelaksana Asisten Daerah II yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Serang Feriyanto serta Kepala Dinas Sosial Yadi Priyadi Rochdian, Ratu Zakiyah menyalami warga satu per satu. Ia juga duduk dan berbincang dengan warga untuk mendengar langsung keluhan mereka.

“Hari ini saya bersama Asda II, Dinsos, BPBD, pihak desa, dan relawan melihat langsung kondisi banjir di Kampung Kajeroan. Dampaknya cukup banyak,” ujar Ratu Zakiyah di sela peninjauan.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) serta Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menindaklanjuti penanganan banjir. Salah satu langkah awal yang dipertimbangkan adalah normalisasi sungai. “Kemungkinan kita minta bantuan alat berat untuk tahap awal normalisasi,” katanya.

Ratu Zakiyah mengaku prihatin dengan kondisi warga terdampak banjir. Menurut dia, sebagian warga enggan dievakuasi karena khawatir meninggalkan rumah dan harta benda, bahkan ada yang tetap bertahan meski dalam kondisi sakit.

“Ada warga yang tidak mau dievakuasi karena lumpuh. Untuk kondisi seperti ini, saya minta pemerintah desa, BPBD, dan relawan memastikan kebutuhan makanan mereka tetap terpenuhi dan diantar langsung ke rumah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Serang, kata Ratu Zakiyah, telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak. Ia juga menginstruksikan Dinas Sosial agar segera menyusun rencana anggaran biaya tambahan jika diperlukan, mengingat kondisi cuaca yang belum menentu.

“Kami berharap hujan tidak turun lagi dan air cepat surut sehingga warga bisa kembali beraktivitas dan pulang ke rumah masing-masing,” tuturnya. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *