Banjir Berulang, Warga Padarincang Desak Normalisasi Sungai

SERANG, TirtaNews – Banjir musiman yang terus berulang di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, mendorong warga mendesak percepatan normalisasi sungai. Desakan itu mengemuka dalam pertemuan Forum Padarincang Peduli (FPP) bersama sejumlah tokoh masyarakat, Sabtu, 20 Desember 2025.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua FPP Syamsul, Sekretaris FPP Nasir, serta sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya H. Udin Saparudin, H. Basuni, dan H. Damami. Mereka menilai banjir yang hampir terjadi setiap musim hujan telah berdampak serius terhadap kehidupan warga, mulai dari terganggunya aktivitas harian hingga rusaknya lahan pertanian.
Forum menyimpulkan, penyebab utama banjir adalah sedimentasi sungai yang berlangsung lama tanpa penanganan memadai. Pendangkalan itu menyebabkan daya tampung sungai menurun sehingga air dengan mudah meluap ke permukiman warga.
FPP menilai upaya normalisasi selama ini terkendala lemahnya koordinasi dan lambannya birokrasi antara pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai. Padahal, lembaga tersebut memiliki kewenangan teknis dalam penanganan sungai.
Sebagai tindak lanjut, FPP bersama elemen masyarakat merencanakan aksi damai pada Rabu, 24 Desember 2025. Aksi yang diperkirakan melibatkan sekitar 10.000 orang itu akan dipusatkan di Kantor Balai Wilayah Sungai Provinsi Banten dan dikoordinasikan oleh H. Karmana.
Aksi tersebut bertujuan mendesak Balai Wilayah Sungai segera menurunkan alat berat dan melakukan normalisasi sungai di wilayah Padarincang. Massa menyatakan siap bertahan secara tertib hingga ada komitmen konkret dari pihak terkait apabila belum ada kepastian langkah sebelum aksi digelar.
FPP menegaskan aksi itu merupakan penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional demi keselamatan serta kesejahteraan warga. Forum berharap pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai merespons tuntutan tersebut secara cepat, bahkan sebelum aksi berlangsung, agar ancaman banjir yang terus berulang dapat segera diatasi. (Maryono/Red)
