DPRK Paniai Jelaskan Surat ke Marinir AL Soal Penolakan Warga

0
DPRK Paniai Jelaskan Surat ke Marinir AL Soal Penolakan Warga
Views: 64

PANIAI, TirtaNews — Ketua Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Paniai, Melianus N. Yatipai, SH, menegaskan bahwa surat DPRK Paniai yang disampaikan kepada Komandan Marinir AL melalui anggota DPR Papua Tengah, Jhon NR Gobai, merupakan langkah percepatan penyampaian aspirasi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Melianus di Sekretariat DPRK Paniai, Kompleks Perkantoran Madi, Distrik Paniai Timur, Selasa, 16 Desember 2025. Menurut dia, langkah tersebut diambil karena keterbatasan waktu, sementara aspirasi masyarakat perlu segera ditindaklanjuti.

“Aspirasi masyarakat Paniai, khususnya di Distrik Yagai, Kebo, Ekadide, dan sekitarnya, tidak bisa menunggu terlalu lama. Kami menunggu mekanisme resmi, tetapi waktu tidak berpihak, sehingga DPRK mengambil inisiatif menyurati,” kata Melianus.

Ia menjelaskan, surat tersebut memuat kondisi faktual di lapangan, termasuk situasi menjelang Natal dan penolakan masyarakat yang dilandasi trauma atas rencana masuknya pasukan Marinir AL ke wilayah Paniai. “Masyarakat mengetahui rencana tersebut dan menyampaikan penolakan secara tegas,” ujarnya.

Melianus juga menanggapi anggapan bahwa DPRK Paniai terlibat dalam Pansus Kemanusiaan DPR Papua Tengah. Ia menilai hal itu sebagai kesalahpahaman. “Topik Pansus Kemanusiaan berbeda dengan isu penolakan pengerahan militer non-organik di Paniai dan Papua Tengah,” katanya.

Ia menegaskan DPRK Paniai tetap berpegang pada prosedur dan mekanisme pemerintahan. Menurut dia, aspirasi masyarakat harus didorong melalui hierarki pemerintah agar memiliki dasar hukum dan legitimasi yang jelas. “DPRK adalah lembaga penampung aspirasi, tetapi setiap dorongan harus melalui proses yang sah,” ucapnya.

Terkait peran Jhon NR Gobai, Melianus menilai langkah tersebut justru membantu DPRK. “Kami tidak melihat ada kesalahan. Upaya itu merupakan jalan pintas agar aspirasi masyarakat bisa menjadi bahan pertimbangan pihak Marinir,” katanya.

Menutup pernyataannya, Melianus mengajak seluruh elemen masyarakat Paniai untuk menjaga ketenangan menjelang Natal. Ia juga meminta agar berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil, dapat berkolaborasi dan tidak memperkeruh suasana melalui perdebatan terbuka di ruang publik.

“Tujuan kita sama, demi kebaikan masyarakat Paniai. Dalam situasi seperti ini, mari menempuh jalur yang tenang dan bermartabat,” ujarnya. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *