ICMI Banten : Peredaran Narkoba di Banten Sudah Masuk Tahap Kritis

0
ICMI Banten : Peredaran Narkoba di Banten Sudah Masuk Tahap Kritis
Views: 61

SERANG, TirtaNews — Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Banten, H. Eden Gunawan, menilai peredaran narkoba di Provinsi Banten telah berada pada taraf yang mengkhawatirkan. Ia menyebut maraknya temuan narkoba dan obat-obatan terlarang di berbagai wilayah menjadi bukti nyata kondisi tersebut.

“Perkembangan narkoba di Banten saat ini sudah dalam tahap kritis,” kata Eden dalam keterangannya, Sabtu (13/12/2025). Menurut dia, kasus peredaran narkoba ditemukan di sejumlah kawasan strategis, mulai dari PIK 1 dan PIK 2, wilayah Serang, Merak, hingga Cilegon. Bahkan, kata Eden, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Tangerang sempat menjadi perhatian nasional karena besarnya nilai transaksi narkoba di wilayah itu.

Eden mengingatkan bahwa sebagian pelaku kasus besar narkoba di masa lalu telah dijatuhi hukuman mati. Namun, ia menilai ancaman peredaran narkoba hingga kini belum sepenuhnya dapat ditekan.

Ia menyoroti secara khusus peredaran obat-obatan golongan G yang dinilainya mengalami peningkatan signifikan. Obat-obatan ini, menurut Eden, banyak dikonsumsi oleh anak-anak, remaja, hingga orang dewasa karena harganya yang relatif terjangkau. “Daya beli yang cukup murah membuat peredarannya semakin masif,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pola distribusi obat-obatan terlarang juga mengalami pergeseran. Jika sebelumnya banyak dijual di toko-toko tertentu, kini peredaran berpindah ke perumahan, rumah kontrakan, hingga kos-kosan, sehingga sulit terdeteksi oleh masyarakat umum.

Karena itu, Eden mendesak aparat penegak hukum untuk memperkuat tindakan penegakan hukum dan pencegahan. Ia menilai sosialisasi dan edukasi harus menyasar pelajar, mahasiswa, kelompok organisasi, serta masyarakat luas. “Masalah narkoba tidak hanya menyasar remaja. Di beberapa tempat, pegawai negeri, aparat, bahkan oknum TNI-Polri juga terlibat,” kata dia.

Eden juga menyoroti Cilegon sebagai salah satu titik rawan peredaran narkoba di Banten. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki banyak titik pendaratan di pantai-pantai yang belum terkontrol secara maksimal. Jalur laut di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I disebut menjadi salah satu jalur masuk narkoba ke wilayah Banten.

Ia merujuk pada temuan aparat TNI AL dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pengungkapan narkoba seberat sekitar satu ton. Namun, dalam sejumlah kasus, aparat hanya menemukan barang bukti tanpa berhasil menangkap pelaku.

Atas kondisi tersebut, Eden mengimbau pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. “Baik melalui pencegahan maupun penegakan hukum,” ujarnya.

Menurut Eden, peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. “Kita tidak akan mencapai Indonesia Emas 2045 jika generasi muda kita rusak oleh narkoba. Ini ancaman serius bagi negara dan keutuhan NKRI,” kata dia. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *