Jelang Peringatan Tragedi Paniai, IPMAPAN Sorong Gelar Persiapan Acara

0
Jelang Peringatan Tragedi Paniai, IPMAPAN Sorong Gelar Persiapan Acara

Oplus_131072

Views: 37

SORONG, TirtaNews — Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) se-kota studi Sorong menggelar pertemuan persiapan peringatan Tragedi Paniai Berdarah 8 Desember 2014. Agenda itu berlangsung di Asrama/Kontrakan Paniai, Jl. Malibela Km 11,5 Lorong II Meuwo, Senin, 8 Desember 2025.

Pertemuan internal tersebut menjadi rangkaian awal menuju peringatan 11 tahun tragedi yang terjadi di Enarotali. Para pelajar dan mahasiswa membahas agenda refleksi, doa bersama, dan penyampaian sikap terkait proses penegakan hukum kasus tersebut yang dinilai belum memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Tragedi Paniai 8 Desember 2014 merupakan salah satu kasus pelanggaran HAM berat di Papua. Empat warga sipil, seluruhnya pelajar, tewas seketika dan 21 lainnya luka-luka akibat tembakan aparat di Lapangan Karel Gobay.

Menurut laporan resmi, peristiwa itu bermula dari penganiayaan yang diduga dilakukan oknum TNI terhadap sejumlah pemuda sehari sebelumnya, setelah mereka menegur sebuah mobil yang melintas tanpa menyalakan lampu. Insiden itu memicu gelombang protes dari masyarakat yang datang ke Lapangan Karel Gobay pada 8 Desember 2014.

Ketegangan meningkat, dan aparat kemudian menembaki massa. Akibatnya, empat pelajar meninggal di tempat dan puluhan lainnya terluka. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menetapkan peristiwa ini sebagai pelanggaran HAM berat pada Februari 2020.

Namun proses hukum berikutnya menuai banyak sorotan. Hanya satu perwira aktif yang diajukan sebagai terdakwa ke pengadilan, dan pada Desember 2022 ia divonis bebas oleh majelis hakim. Putusan itu memicu kritik dari berbagai organisasi sipil dan kelompok mahasiswa Papua, termasuk para pelajar dan mahasiswa Paniai di Sorong.

Dalam pertemuan persiapan di Sorong, para anggota IPMAPAN menegaskan pentingnya menghidupkan kembali ingatan kolektif atas tragedi itu. Mereka menilai bahwa peringatan tahunan bukan hanya bentuk duka, tetapi juga upaya mendorong negara menuntaskan proses hukum secara menyeluruh.

“Peristiwa ini tidak boleh dilupakan. Kami berkumpul untuk memastikan bahwa perjuangan untuk keadilan tetap hidup,” ujar salah satu koordinator kegiatan.

Rangkaian acara peringatan akan dilanjutkan dengan refleksi publik, diskusi sejarah, dan penyampaian pernyataan sikap. IPMAPAN Sorong menegaskan bahwa peringatan tahun ini diarahkan pada upaya konsolidasi pelajar dan mahasiswa Papua di berbagai kota studi, sebagai bagian dari gerakan menuntut keadilan bagi korban dan keluarga.

Pada 7 Desember Penganiayaan terhadap pemuda di Enarotali oleh oknum aparat, setelah mereka menegur kendaraan yang melintas tanpa lampu. Insiden memicu kemarahan warga.

Pada 8 Desember Warga dari Kampung Ipakiye menuju Enarotali untuk menuntut penjelasan di Lapangan Karel Gobay. Situasi memanas dan aparat menembaki massa. Empat pelajar tewas di tempat, 21 warga lainnya mengalami luka-luka. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *