Ibu Anah Empat Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Berharap Uluran Tangan Pemkab Serang

SERANG, TirtaNews — Hampir empat dekade sudah Ibu Anah, berusia 55 tahun, tinggal di rumah sederhana berbahan kayu dengan dinding triplek dan bilik serta atap genteng yang ditutup plastik seadanya. Kondisi rumah yang sering bocor ini ia huni bersama tiga anaknya yang kini menganggur setelah mengalami PHK setahun lalu.
Kondisi ekonomi keluarga semakin tertekan karena BPJS Ketenagakerjaan milik almarhum suaminya, Bapak Umri, hingga kini belum cair. Proses pencairan disebut terkendala persoalan riwayat kesehatan saat pendaftaran, padahal data menunjukkan pendaftaran dilakukan sejak 2020 dan diperbarui pada 2023.
Delapan bulan setelah ditinggal suaminya, kehidupan keluarga Ibu Anah semakin berat. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan hanya mengandalkan bantuan warga sekitar.
Pantauan media TirtaNews pada Sabtu (6/12/2025) bersama warga setempat, Bunda Eyis, menunjukkan bahwa rumah yang berlokasi di Kampung Catang Mesjid, RT 011 RW 003, Kelurahan Bojong Catang, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, memang jauh dari kategori layak huni. Ketika hujan turun, Ibu Anah tidak dapat tidur dan hanya duduk menunggu hujan reda karena atap rumah bocor di berbagai titik. Ia pun tidak memiliki tempat tinggal lain sebagai alternatif.
Melihat kondisi tersebut, Bunda Eyis, yang selama ini aktif membantu keluarga Ibu Anah, menyayangkan minimnya perhatian dari pemerintah setempat, khususnya Pemkab Serang. Menurutnya, berbagai program pemerintah sebenarnya bisa menjadi solusi bagi warga miskin ekstrem seperti Ibu Anah.
“Seandainya pemerintah peka dengan kondisi rumah tidak layak huni seperti ini, pasti bisa masuk program bedah rumah atau rutilahu,” ujar Bunda Eyis.
Ia berharap pemerintah maupun dinas terkait dapat memberikan perhatian serius untuk memperbaiki rumah Ibu Anah yang kondisinya sangat memprihatinkan.
“Mudah-mudahan Pemkab Serang dapat memberikan bantuan agar rumah Ibu Anah diperbaiki dan bisa layak ditempati bersama anak-anaknya dengan nyaman. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya. (Maryono/Red)
