Sepasang Lansia di Ciruas Hidup di Rumah Roboh, Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Datang

0
Sepasang Lansia di Ciruas Hidup di Rumah Roboh, Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Datang
Views: 97

SERANG, TirtaNews — Sepasang lanjut usia di Kampung Ciwandan, Desa Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, hidup dalam kondisi memprihatinkan. Rumah mereka yang telah lapuk dan roboh tidak lagi memiliki atap, memaksa keduanya bertahan di tengah panas dan hujan tanpa perlindungan yang layak.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga sekitar mengenai kehadiran dan tanggung jawab pemerintah desa. Pasalnya, meski berbagai program bantuan perumahan tersedia melalui Dana Desa, pasangan lansia tersebut hingga kini belum tersentuh bantuan sosial apa pun.

“Kami sudah lama hidup seperti ini. Rumah sudah roboh, tapi tidak ada yang datang membantu. Di mana keadilan bagi kami?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (12/11).

Kisah pilu itu menjadi potret nyata masih lemahnya distribusi bantuan sosial di tingkat desa. Menurut warga, pasangan lansia tersebut telah bertahun-tahun tinggal di rumah yang nyaris ambruk tanpa perhatian pemerintah setempat.

Pemerintah desa, menurut aturan, memiliki kewajiban memastikan setiap warga memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk hunian yang layak. Namun, dalam kasus ini, keberpihakan terhadap warga miskin tampak absen.

Pemerhati kebijakan publik di Serang menilai, situasi seperti ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa agar program penanggulangan kemiskinan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

“Tidak seharusnya ada warga yang hidup di rumah roboh sementara anggaran desa terus dikucurkan tiap tahun,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah desa segera turun tangan memberikan bantuan darurat kepada pasangan lansia tersebut, sekaligus meninjau ulang kebijakan distribusi bantuan sosial di wilayahnya.

“Kami hanya ingin mereka hidup layak di masa tuanya. Jangan biarkan mereka terus bertahan dalam kesulitan seperti ini,” kata seorang warga lainnya. (David/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *