Danrem 064/MY Hadiri Istighosah, Pemprov Banten, Doa untuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa

SERANG, TirtaNews – Pemerintah Provinsi Banten melalui Sekretariat Daerah menggelar Istighosah dan Doa Bersama di Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kota Serang, Minggu (31/08) pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan menjaga kondusivitas, mempererat silaturahmi umat, sekaligus menyikapi insiden aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
Acara dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, S.M., M.A.P., unsur Forkopimda Provinsi Banten, Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Walikota Serang, Forkopimda Kota Serang, pejabat vertikal, Dan Grup 1 Kopassus, Danlanal Banten, Ulama dan tokoh agama seperti Abuya Muhtadi, KH Embay Mulya Syarif, KH Ariman Anwar dan KH Martin Syarkowi, Akademisi diantaranya Prof. Dr. KH Wawan Wahyudin beserta para Pimpinan Universitas, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan para para Ketua Organisasi Pemuda lainnya
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dzikir bersama, istighosah, dan ditutup dengan doa kebangsaan. Suasana berlangsung khidmat, mencerminkan semangat religius dan nasionalis yang sejalan dengan nilai kebersamaan bangsa Indonesia.
Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni S.M., M.A.P mengimbau jajaran TNI, Polri, dan Satpol PP agar dalam menghadapi peserta unjuk rasa selalu mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Ia juga mendorong para ulama dan tokoh masyarakat untuk senantiasa memberi wejangan demi terciptanya ketertiban, serta kalangan akademisi melakukan pendekatan persuasif agar mahasiswa menyampaikan aspirasi secara damai berdasarkan asas musyawarah mufakat.
Sementara itu, Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto mengajak pemerintah daerah, ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk memberikan penjelasan yang benar terkait aturan dan tujuan penyampaian aspirasi, agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti pada aksi unjukrasa Sabtu (30/8). Danrem juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan visi Banten: masyarakat sejahtera, berakhlak mulia, sehat, cerdas; ekonomi maju dan berdaya saing; lingkungan lestari; serta pemerintahan bersih dan berwibawa.
Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kondisi Banten tetap kondusif meskipun aksi demonstrasi serentak terjadi di sejumlah provinsi. Hal ini berkat kesiapsiagaan Korem 064/MY dan jajarannya bersama personel Kepolisian Daerah Banten, Satpol PP serta dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Banten bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat menegaskan komitmennya untuk menjaga persaudaraan, menolak segala bentuk provokasi, serta mengutamakan persatuan demi Banten yang aman, damai, dan bermartabat. (Pen/Red)