Mathla’ul Anwar Serukan Perdamaian dan Keadilan Pasca Gejolak Sosial

0
Mathla’ul Anwar Serukan Perdamaian dan Keadilan Pasca Gejolak Sosial

Oplus_131072

Views: 10

JAKARTA, TirtaNews – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) menyampaikan pernyataan sikap menyusul meningkatnya ketegangan sosial dan politik di Jakarta dan sejumlah daerah. Organisasi Islam yang berdiri sejak 1916 ini menyerukan agar semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog, dan menjaga persatuan nasional.

Dalam pernyataan bernomor B.0205/PBMA/VIII/2025, PBMA menyampaikan duka cita atas wafatnya Affan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam kericuhan baru-baru ini. “Kami mendoakan almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” kata Ketua Umum PBMA, KH Embay Mulya Syarif, Jumat, 29 Agustus 2025.

PBMA meminta aparat penegak hukum menangani kasus tersebut secara tegas, adil, dan transparan. Menurut Ki Embay, penyalahgunaan kewenangan yang merugikan rakyat harus segera ditindak untuk menjaga kepercayaan publik.

Selain itu, PBMA mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun, mereka mengingatkan agar ekspresi demokrasi dilakukan dengan tertib, damai, dan menjunjung akhlak mulia. “Jangan terprovokasi dan jangan mudah diadu domba dengan aparat atau pihak manapun,” ujar Ki Embay.

Dalam enam poin sikapnya, PBMA menekankan pentingnya menghindari ujaran kebencian dan kekerasan. Mereka juga mengajak penyelenggara negara, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama mendinginkan suasana.

“Persatuan dan keutuhan NKRI adalah amanah konstitusi sekaligus ajaran agama demi kemaslahatan umat,” tulis pernyataan itu. PBMA menyerukan agar nilai persaudaraan dan perdamaian terus dijaga, khususnya di kalangan warga Mathla’ul Anwar.

Pernyataan ini menambah deretan suara moral dari organisasi masyarakat Islam di tengah situasi politik yang kian sensitif. Mathla’ul Anwar menegaskan, ketenangan publik hanya dapat dicapai melalui keadilan dan dialog yang tulus antar-elemen bangsa. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *